MENLU MESIR SERU GNB DUKUNG PENUH PALESTINA

Kairo, 26 Rabiul Awal 1434/6 Februari 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Mesir Muhammad Kamel Amr menyerukan Gerakan Non-Blok (GNB) untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi rakyat Palestina dalam menghadapi upaya Israel untuk mengambil alih tanah Palestina dan mengubah identitas kota Suci Al-Quds (Yerusalem).

“GNB harus memberikan dukungan yang diperlukan untuk perjuangan Palestina hingga keputusan tentang pembentukan negara Palestina merdeka diterima. Hal ini memerlukan upaya lebih lanjut untuk melindungi Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota negara dan wilayah Palestina pada umumnya,” kata Amr dalam pertemuan tingkat menteri Komite GNB-Palestina, Selasa (5/2).

Amr menggarisbawahi kebutuhan untuk mencapai rekonsiliasi Palestina dan mengakhiri perpecahan. Ia juga menekankan keinginan Mesir untuk mengerahkan usaha lebih dalam dalam proses rekonsiliasi Palestina itu hingga penyatuan bagian terdepan Palestina terwujud guna melawan setiap agresi yang dilakukan Israel.

Dalam siarana pers pusat informasi Mesir (Egypt State Information Service) yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Amr menegaskan, resolusi memiliki hasil yang penting di bidang hukum dan lapangan. Hal itu akan memberikan kontribusi dalam mendukung upaya rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali hak-hak sah mereka dan mengembalikan wilayah mereka yang kini sedang dijajah oleh Israel.

Kegiatan Israel dalam pembangunan permukiman ilegal Yahudi telah secara nyata meningkat baru-baru ini, melalui pengumuman dari proyek permukiman ilegal yahudi baru yang dilaksanakan hampir setiap hari. Pengumuman itu mengambil beberapa langkah yang akan mengubah sifat demografis kota Al-Quds dengan tujuan mengisolasi lingkungan Arab dan Islam.

Amr menunjukkan, selain dukungan moral, GNB harus memberikan dukungan keuangan kepada rakyat Palestina membantu mereka menahan tindakan hukuman yang diberikan Israel dengan pembekuan dana pajak untuk Palestina dan melanjutkan blokade Jalur Gaza.

Sebelum pertemuan dilaksanakan, Amr menyatakan ucapan selamat kepada rakyat Palestina pada pengakuan Negara Palestina, setelah mayoritas Sidang Umum PBB mendukung resolusi mendirikan negara Palestina di wilayah yang dijajah pada tahun 1967.

Status Palestina meningkat menjadi negara peninjau non-anggota dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-67, 29 November 2012 lalu, dengan hasil pemungutan suara dari 193 negara anggota sidang, 138 negara mendukung, hanya sembilan negara yang menolak  dan  41 negara abstain.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Malki menguraikan situasi di wilayah Palestina yang sedang dijajah Israel dan pandangan rakyat Palestina tentang cara untuk mencapai aspirasi mereka.

Pertemuan tingkat menteri Komite GNB yang khusus membahas tentang isu Palestina dilaksanakan di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Islam ke-12 yang dilaksankan Rabu ini (6/2).

Pertemuan yang bertempat di ibukota Mesir, Kairo itu diketuai oleh Iran dalam kapasitasnya sebagai ketua GNB saat ini. Hadir dalam pertemuan itu antara lain negara-negara anggota komite GNB, yaitu: Aljazair, Indonesia, Malaysia, Senegal, Bangladesh, Afrika Selatan, Kuba, Kolombia, Zambia dan Zimbabwe.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply