MENTERI PERTAHANAN ISRAELI PERINGATKAN SERANGAN BALASAN SURIAH

       Munich, 23 Rabiul Awal 1434 H/4 Februari 2013 (MINA) – Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengingatkan negaranya untuk siap menghadapi serangan balasan Suriah. Dia mengatakan hal itu saat berada Munich, Jerman dalam acara konferensi keamanan Ahad(3/2).  

      “Israel harus segera mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman musuh-musuhnya. Ini bukan omong kosong. Kami serius,” kata Ehud Barak.

        Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Israel harus mengakui bukti-bukti yang ada saat serangan yang terjadi di Damaskus, demikian menurut laporan www.ctvnews.com yang dipantau Miraj News Agency (MINA), Senin.

        Israel memang belum mengeluarkan pernyataan resminya mengenai serangan yang terjadi di sebuah pusat penelitian militer Suriah di Damaskus yang menargetkan penghancuran rudal –rudal yang diduga akan dikirim ke Lebanon. Namun hal itu melanggar hukum internasional.

       Selama 22 bulan perang saudara di Suriah, para pemimpin Israel menuduh bahwa banyak senjata Suriah yang jatuh ke tangan Hizbullah, Lebanon yang menjadi musuh Israel.
       Selama bertahun-tahun, Israel telah menuduh bahwa Presiden Suriah Bashar Assad dan Iran mempersenjatai Hizbullah, yang berperang melawan Israel selama sebulan pada tahun 2006.
        Sementara itu, Mantan Menteri Luar Negeri AS Hilarry Clinton pada Kamis (31/1) mengatakan bahwa perang saudara di Suriah akan semakin besar dan mengancam negara-negara di sekitarnya. Untuk itu Israel harus bersiap siaga menghadapi hal itu.

       Di Suriah sendiri, Assad mengatakan dalam pertemuan dengan seorang pejabat Iran bahwa negaranya akan menghadapi setiap agresi dari negara luar, termasuk Israel.

      “Dengan persatuan rakyat dan kekuatan tentaranya, Suriah pasti mampu menghadapi setiap tantangan yang mengancam Suriah,” kata Assad seperti dikutip oleh kantor berita SANA.
      Dia membuat pernyataan dalam pertemuan dengan Saeed Jalili, kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, sekutu terdekat Suriah. Jalili dalam kunjungannya selama tiga hari ke Suriah, menjanjikan dukungan Teheran untuk Assad.
      Kepala Pengawal Revolusi Iran pada Ahad (3/2) juga mengatakan Minggu bahwa Teheran juga sedang bersiap untuk mengantisipasi serangan Israel. (T/P04/E1)

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply