MESHAAL DAN ABBAS BICARAKAN PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL

Gaza, 28 Rabiul Awal 1434 H/9 Februari 2013 (MINA) – Pemimpin Hamas Khaled Meshaal menghadiri pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas membicarakan pembentukan komite persatuan nasional. Meshaal juga mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk pemilihan presiden dan parlemen.

Perbedaan pendapan antara Hamas dan Fatah menyebabkan pemilu Palestina yang ditunda selama beberapa tahun. Hamas saat ini menguasai Gaza, sementara Fatah tetap dominan di Tepi Barat.

Pada Mei 2011 dua faksi besar Palestina itu telah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Doha, Qatar tetapi dalam pelaksaannya belum sesuai harapan. Namun dalam beberapa bulan terakhir ada tanda-tanda hubungan yang lebih dekat antara keduanya. “Kami akan terus mendukung dan melaksanakan rekonsiliasi,” kata Meshaal seperti yang diterima di Jakarta.

“Kami sedang berkoordanasi dengan para pemimpin Palestina lainnya untuk membentuk pemerintahan Palestina yang berdaulat melalui pamilu parlemen dan presiden. Kami juga berunding dengan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) untuk membentuk komite nasional dan komite aksekutif untuk mempersiapkan pemilu.

Sementara itu, Suriah, melalui presidennya Bashar al-Assad siap memberikan dukungannya terhadap rekonsiliasi tersebut meskipun di negaranya sedang dilanda konflik.

“Apa yang saat ini terjadi di Suriah merupakan keprihatinan bagi kami rakyat Palestina. Kami selalu mendukung akar konflik di negara tersebut bisa cepat selesai. Selama ini kami memiliki hubungan baik dengan semua negara-negara Arab dan masyarakat internasional. Mereka juga selalu mendukung kita untuk menjadi negara merdeka”tambah Meshaal.

Hamas selama ini dianggap sebagai kelompok teroris oleh Israel, AS dan Uni Eropa karena perlawanan mereka terhadap Israel. Tapi rakyat Palestina banyak yang mendukungnya dan mengatakan itu adalah gerakan perlawanan yang sah dari pemerintahan  yang terpilih secara demokratis.(T/P04/R2).

Miraj News Agency(MINA)

Leave a Reply