MURSI TETAPKAN TANGGAL PEMILIHAN PARLEMEN MESIR

Kairo, 13 Rabiul Akhir 1434/23 Februari 2013 (MINA) – Presiden Mesir Muhammad Mursi pada kamis (21/2) mengeluarkan keputusan pemilihan parlemen akan dimulai 27 April dan berakhir pada  Juni 2013.

Menurut laporan Anadolu Agency yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) Jum’at (22/2) dalam sebuah pernyataan tertulis, Presiden Mursi menyerukan warganya untuk mengikuti pemilu yang akan dibagi menjadi empat tahap tersebut.

Pada tahap pertama, warga Mesir yang tinggal di luar negeri akan melakukan pengambilan suara, dan ketiga tahap lainnya, giliran warga Mesir yang tinggal di dalam negeri melakukan voting.

Di tempat terpisah, pada hari yang sama Dewan Syura menyatakan telah membuat peraturan di mana melarang anggota parlemen mengubah koalisi politik mereka yang dulu memilih presiden Mursi.

Menurut laporan Malasyian Insider, pemerintahan yang dipimpin pihak Islam itu berharap pemilihan parlemen baru Mesir akan menstabilkan ekonomi Mesir dari kesesakan yang sedang menggerogoti negeri pyramid itu.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Mursi, nantinya parlemen baru yang terpilih akan berkumpul pada 6 Juli 2013. Sebelumnya, Dewan Syura beserta Majelis Tinggi  Parlemen  mengambil sebuah hukum dalam pemilihan yang membuka jalan bagi Mursi untuk menetapkan tanggal pemilihan.

Di bawah konstitusi baru Mesir yang disepakati pada Desember lalu, Mursi harus meminta persetujuan Parlemen dalam menentukan perdana menteri terpilih, memberikan Parlemen kekuasaan yang melebihi Mubarak, di mana pada era Mubarak Parlemen hanya cukup memberikan stempel saja.

Pihak oposisi menuduh Mursi berusaha mendominasi Mesir dengan kekuasaannya pasca Mubarak, di mana hal tersebut disangkal pihak Islamis.

Analisis mengatakan oposisi sekarang harus memilih mengikuti pemilihan Parlemen atau memboikotnya mencoba menyangkal keabsahan proses itu. “Ini menghadapkan mereka dengan dilema yang benar,” kata Nathan Brown, profesor ilmu politik di Universitas  George Washington dan ahli Mesir.

“Jika Anda memiliki Mayoritas yang sangat bersimpati kepada presiden, maka presiden dapat melakukan banyak hal,” kata Brown. “Jika Anda memiliki parlemen yang rusak, artinya, Anda bisa memiliki system yang macet dan bahkan pertikaian.”(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply