MILITER SURIAH BUNUH 20 WARGA SIPIL DI ALEPPO

Aleppo, 10 Rabiul Akhir1434/20 Februari 2013 (MINA) – Sebuah roket militer Suriah menyerang distrik yang dikuasai oposisi di kota Aleppo, menewaskan sedikitnya 20 orang  serta 25 lainnya hilang, kata aktivis oposisi, Selasa (19/2).

Menurut laporan Egypt Independent yang dimonitor Mi’raj News Agency (MINA) aktivis tersebut mengatakan roket diidentifikasi sebagai roket jenis Scud, di mana militer pemerintah sering menggunakannya untuk menyerang oposisi di provinsi Aleppo dan Deir a-Zor di timur.

“Roket dijatuhkan di tiga bangunan yang berdekatan di distrik Jabal Badro. Korban yang meinggal pun diangkat secara bertahap karena tertimpa reruntuhan. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yang tewas di rumah sakit,” kata Mohammad Nour melalui telepon dari Aleppo. Dia mengatakan menurut saksi masih ada sekitar 25 orang yang tertimbun direruntuhan gedung.

Rekaman video menunjukkan puluhan orang mencari korban direruntuhan dan memeriksa kerusakan. Satu mayat ditarik dari beton yang runtuh. Sementara di tempat lain, di rumah sakit terdekat, seorang bayi juga sudah ditarik dari reruntuhan dan sekarang sedang dalam penangan inten oleh dokter.

Sementara itu, kepala oposisi Dewan Militer Aleppo Abdeljabbar al-Akeidi  terlihat dalam video sedang memeriksa lokasi kejadian. Pejuang oposisi Suriah menguasai beberapa pangkalan militer di Aleppo dalam dua bulan terakhir. Mereka berhasil merampas markas aman militer Suriah, di mana markas tersebut digunakan militer untuk menembakan artileri ke daerah yang dikuasai oposisi dan pedesaan sekitarnya.

Selama seminggu ini, tembakan roket terakhir menghantam kota-kota di Tel Rifaat dan Izza Dar di Aleppo, serta kota-kota timur Albu Kamal dan Mou Hassan dekat perbatasan Irak.

Abu Mujahid dari Berita Jaringan kelompok oposisi Sham di Aleppo mengatakan meskipun oposisi hadir di Jabal Badro, dimana di daerah ujung timur kota itu punya nilai sejarah bagi mereka.

“Jabal Badro telah di tangan oposisi selama berbulan-bulan dan kehidupan normal di kabupaten itu tetap berjalan seperti biasa. Toko-toko buka dan orang-orang bekerja,” kata Abu Mujahed. Dia menambahkan bahwa menggunakan senjata seperti Scud bertujuan membangkitkan kemarahan Angkatan Bersenjata Suriah (oposisi) dan merusak kepercayan rakyat.

Suriah dilanda pemberontakan dan perang saudara selama hampir dua tahun, dimana 70.000 orang diperkirakan meninggal dunia. Investigator PBB mengatakan telah terjadi kejahatan perang di Suriah, termasuk serangan-serangan yang sudah dilakukan kedua belah pihak.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply