MISY’AL: HAMAS TIDAK AKAN TERIMA PERBATASAN SEMENTARA BAGI PALESTINA

       Amman, 25 Rabiul Awwal 1434/5 Februari 2013 (MINA) – Kepala biro politik Hamas, Khalid Misy’al, membantah gerakan perlawanannya menerima negara Palestina dengan perbatasan sementara.

      “Kami tidak bisa menerima pengganti Palestina,” tegas Misy’al dalam pidatonya yang disiarkan dalam saluran resmi TV Yordania, demikian menurut laporan website resmi Al-Qassam yang dipantau  Mi’raj News Agency (MINA), Selasa pagi (5/2).

       Surat kabar Israel The Jerusalem Post 29 Januari lalu, mengutip mantan wakil menteri luar negeri Yossi Belin yang mengatakan, Netanyahu hanya akan menyetujui negara Palestina sementara dengan perbatasan sementara.

       Rakyat Palestina secara tegas menolak gagasan sebuah negara sementara, mewaspadai Israel akan menggunakan masa campur tangan untuk mencuri tanah Palestina dan membangun lebih banyak pemukiman ilegal Yahudi.

       Misy’al  menggambarkan kunjungannya ke ibukota Yordania, Amman sebagai langkah positif untuk memperkuat kepercayaan berdasarkan keterbukaan dan saling pengertian antara Hamas dan pimpinan Yordania.

       Dalam pertemuannya dengan para pimpinan Yordania, Misy’al membahas perkembangan hubungan Palestina – Yordania, selain mengangkat isu rekonsiliasi Palestina, peningkatan persatuan nasional dan konflik Arab – Israel.

      Salah satu pemimpin Hamas itu menyambut peran Yordania dalam pelaksanaan rekonsiliasi Palestina, menekankan perpecahan Palestina menjadi beban bagi negeri-negeri Arab secara keseluruhan.

       Mengenai peristiwa di Suriah, kepala biro politik Hamas menegaskan, gerakan perlawanan Hamas tidak bisa berpihak dengan rezim Suriah yang melawan rakyatnya, terutama setelah menyeret kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah ke dalam konflik internal Suriah. (T/P02/E1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply