MUSLIM AMERIKA KECAM FILM KEKERASAN YESUS

New York, 13 Rabiul Akhir 1434/23 Februari 2013 (MINA) – Sebuah film Amerika yang menggambarkan Yesus Kristus mengamuk dalam kekerasan dan berdarah-darah  mengundang banyak  kecaman dari komunitas Muslim di Amerika Serikat yang mengatakan penghinaan itu menyerang  jutaan umat Muslim dan Kristen di seluruh dunia, media Shafaqna.com melaporkan sebagaimana yang diterima MINA di Jakarta, Jumat (22/2).

“Kesalahpahaman semacam itu terhadap Yesus ‘alaihissalam sangat menyinggung umat Muslim dan untuk semua orang yang percaya dalam pesannya,” kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), OnIslam.net melaporkan Rabu, 20 Februari.

Sebuah trailer film berjudul “Saturday Night Live” yang disiarkan oleh NBC menunjukkan Yesus mengamuk dalam kekerasan yang berdarah melawan Roma, yang diduga telah membunuhnya.

Trailer tersebut menampilkan Yesus mengacungkan senjata kepada orang-orang Roma dengan gaya Tarantino-klasik. Darah-darah kental tidak senonoh dimuntahkan ke seluruh layar  dan pada satu adegan Yesus mengiris kepala seorang pria menjadi dua.

Awad mengatakan bahwa menampilkan sesuatu yang mengejutkan dan aneh untuk merespon kelucuan adalah hal yang bisa dipahami. Namun jika mengambil tokoh Yesus yang dihormati di seluruh dunia dengan melampaui batas komedi adalah hal yang tidak disukai oleh miliaran umat Islam dan Kristen.

“Kami sangat mendukung hak kebebasan berbicara bagi semua, tapi kesopanan umum dan menghormati keyakinan orang lain akan membantu menghindari penggambaran buruk tersebut,” kata Awad.

Ini bukan film nabi pertama di Amerika. Pada bulan September tahun lalu, sebuah film buatan AS menghina Nabi Muhammad SAW yang  memicu protes besar-besaran di seluruh dunia Muslim. Puluhan orang tewas dalam protes  film tersebut, termasuk duta besar AS untuk Libya. Isu menyerang itu memaksa  PBB mengeluarkan resolusi yang melarang penistaan agama. Awad mengatakan bahwa umat Islam menghormati Yesus sebagai salah satu nabi terbesar.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa umat Islam menghormati dan cinta Yesus sebagai salah satu utusan Allah yang terbesar. Setiap kali Muslim menyebut nama Yesus, mereka menambahkan ‘alaihissalam,” kata Awad. Muslim beriman kepada Yesus sebagai salah satu nabi besar dari Tuhan  dan ia adalah anak Maria, tetapi bukan Anak Allah. Dia dikandung dan lahir secara ajaib.

Dalam Alquran, Yesus disebut “Isa”. Dia juga dikenal sebagai Al-Masih (Kristus) dan Ibn Maryam (Putra Maria). Adapun penyaliban-Nya, umat Islam meyakini  bahwa Yesus tidak disalib namun diangkat ke surga. Dan Muslim meyakini Yesus akan datang kembali ke bumi sebelum akhir zaman untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban, melawan Anti-Kristus (Al-Masih Al-Dajjal) dan membawa kemenangan bagi kebenaran dan kebajikan.

Para pengikut Yesus yang sejati akan menang atas mereka yang menyangkalnya, memberi gambaran yang salah tentangnya dan menolaknya. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply