NETANYAHU TUNTUT ABBAS TENANGKAN SITUASI DI TEPI BARAT

Gaza, 16 Rabiul Akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad meminta pemimpin Palestina Mahmoud Abbas untuk berusaha meredakan ketegangan di Tepi Barat.

Panggilan datang dalam surat yang dikirim oleh Netanyahu kepada Abbas, demikian Yerusalem Post milik Israel melaporkan yang dikutip MEMO.

Sebanyak 4.500 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel pada Ahad menolak makanan memprotes kematian tahanan Arafat Jaradat yang baru-baru initerjadi.

Al-Khalil atau Hebron, di selatan Tepi Barat hari ini melakukan demonstrasi di Palestina dan para demonstran melemparkan batu ke tentara patroli Israel dan mobil pemukim, tambahnya.

Seorang pejabat senior Palestina mengatakan, Israel harus disalahkan atas ketegangan di jalan-jalan Jalur Gaza sekarang karena penganiayaan terhadap tahanan Palestina dan praktek pemukim Yahudi terhadap warga Palestina, katanya.

Kematian mendadak seorang pria (30) tahun warga Palestina di penjara Israel memicu satu hari protes dan kerusuhan di seluruh Tepi Barat pada Minggu (24/2).

Bentrokan antara pemuda Palestina dan tentara Israel meletus di kota Tepi Barat Al-Khalil dan desa-desa terdekat setelah kematian Arafat Jaradat, petugas pomp bensin yang ditangkap pada 18 Februari untuk melemparkan batu dan bom molotov di Israel di dekat Hebron.

Israel mengklaim bahwa ayah dari dua anak kecil itu meninggal pada Sabtu kemaren karena serangan jantung di penjara Meggido.

Sedang, hasil otopsi yang dilakukan di ‘Fasilitas Forensik Abu Kabir’ membuktikan, tanda-tanda jelas terlihat pada tubuh Jaradat akibat penyiksaan seperti luka memar, lecet dan gumpalan darah pada kulit di bagian belakang tubuhnya, terutama mengenai saraf tulang belakang, leher dan bahu kirinya. Tanda-tanda penyiksaan juga terlihat adanya luka memar di bagian samping kiri dada, mulut dan wajah.

Dalam konferensi pers bersama, dengan kepala Komunitas Tahanan Palestina (Palestinians Prisoners Society/PPS), Qaddoura Fares yang diadakan di pusat kota Ramallah, Tepi Barat, Ahad malam (24/2) Qaraqe mengatakan, otopsi juga mengungkapkan bahwa jantung dan pembuluh darah Jaradat dalam keadaan sehat, di samping fakta bahwa tidak ada tanda-tanda serangan jantung. (T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply