OPOSISI AJAK ASSAD DIALOG DI SURIAH UTARA

          Suriah Utara, 2 Rabiul Akhir 1434/11 Februari 2013 (MINA) – Pemimpin Koalisi Nasional Suriah (oposisi pemerintah) Moaz Alkhatib mengatakan Minggu (10/2) ia bersedia melakukan pembicaraan dengan perwakilan Presiden Suriah Bashar al-Assad, di kawasan yang dikuasai oposisi di Suriah Utara, dalam upaya mengakhiri konflik yang menewaskan sekitar 60.000 orang itu.
       “Tujuan dari pembicaraan  adalah untuk menemukan cara agar Assad meninggalkan kekuasaan dengan mengurangi pertumpahan darah dan kehancuran,” kata Alkhatib dalam sebuah pernyataan yang diposting pada halaman Facebooknya, demikian menurut laporan Malasyian Insider yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) Senin (11/2)
       Sumber-sumber dalam koalisi itu mengatakan Alkhatib, seorang ulama moderat dari Damaskus, bertemu Duta internasional untuk Suriah Lakhdar Brahimi di Kairo kemarin.
       Brahimi memainkan peran utama dalam mengatur pertemuan antara Alkhatib dan menteri luar negeri Rusia dan Iran, pendukung utama Assad, di Munich, Jerman, pekan lalu.
       Sumber tersebut mengatakan dalam pembicaraan mereka kemarin kedua orang itu membahas pertanyaan apakah koalisi Assad secara resmi akan mendukung inisiatif perdamaian Alkhatib tersebut.
       Pemerintah Suriah belum merespon inisiatif Alkhatib yang direncanakan bulan lalu itu. Namun Menteri Informasi Amran al-Zubi pada Jumat (8/2) mengatakan pemerintah mempersilakan oposisi untuk datang ke Damaskus membahas masa depan Suriah.
      Alkhatib memimpin Koalisi Nasional Suriah sejak didirikan  pada Desember lalu di Qatar dengan dukungan Barat dan negara Teluk. AlKhatib membangun hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama di seluruh Suriah.
      Tawaran dialog Alkhatib terakhir bertepatan dengan laporan pertempuran oposisi yang bergerak mendekati pusat kota Damaskus, setelah mereka menguasai kawasan sebelah timur ibukota pekan lalu.
       Komite Koordinasi Lokal, jaringan terkuat aktivis, mengatakan bentrokan pecah kemarin di kawasan al-Afif, Damaskus yang berdekatan dengan kompleks kepresidenan.
       Organisasi itu mengatakan 77 orang tewas selama bentrokan tersebut, termasuk 16 orang dikatakan dieksekusi tentara Assad di kota Deir al-Zor timur.
       Perang saudara ini  terjadi antara sekte Alawit minoritas Assad, sebuah cabang dari Islam Syi’ah yang ada di Suriah sejak tahun 1960-an, dengan mayoritas Sunni yang memimpin gerakan protes, para oposisi.
      Ketika Alkhatib membuat tawaran  dialog bulan lalu, hal tersebut membuat pemerintah mengharuskan melepas puluhan ribu tahanan politik yang dipenjara sejak meletusnya pemberontakan 22-bulan itu.
      PBB mengatakan pada Jumat(10/2) pihaknya melihat sebuah harapan dalam penawaran Alkhatib itu.
      Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik Jeffrey Feltman mengatakan tawaran itu sebagai  “hal paling menjanjikan yang kita dengar di Suriah baru-baru ini”. (T/P03/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply