OPOSISI BOIKOT PEMILU PARLEMEN MESIR

alBaradeiKairo, 14 Rabiul Akhir 1434/ 24 Februari 2013 (MINA) – Mohamed El-Baradei, politikus oposisi Mesir menyerukan boikot pemilu parlemen yang akan dimulai pada April 2013 dengan mengatakan ia menolak ambil bagian dalam suatu tindakan penipuan.

Presiden Muhamad Mursi telah menentukan pemilihan pada Kamis, dengan tujuan membawa Mesir menuju demokrasi yang telah dimulai ketika penggulingan Mantan Presiden Husni Mubarak pada bulan Februari 2011.

“Hari ini saya ulangi seruan saya, (saya) tidak akan menjadi bagian dari tindakan penipuan,” ungkap ElBaradei, melalui akun Twitter-nya, @ElBaradei. El-Baradei juga pernah menyerukan hal serupa pada 2010 dengan memboikot jajak pendapat yang diselenggarakan Mubarak.

Partai Kebebasan dan Keadilan di bawah naungan Ikhwanul Muslimin telah berhasil digunakan sebagai mesin kampanye untuk memenangkan setiap pemilihan sejak revolusi, sementara oposisi terpecah menjadi beberapa bagian.

Amr Moussa, politisi oposisi yang lain menambahkan banyak anggota koalisi oposisi Mesir cenderung memboikot pemilu. “Sebagian besar inginkan boikot, tapi (hal ini) belum dibahas dan belum ada keputusan yang diambil,” kata Moussa.

Sementara itu, media pemerintah Mesir melaporkan bahwa Mursi sedang mempertimbangkan perubahan tanggal awal pemilihan parlemen karena bertepatan dengan hari libur umat Kristiani.

Sementara itu, Ikhwanul Muslimin menolak saran pemilihan umum diselenggarakan dalam empat tahap dari bulan April hingga Juni. Organisasi terbesar di Mesir itu mengungkapkan bahwa pemilu tersebut tidak akan memiliki kredibilitas kalau tetap dilaksanakan dengan tempo seperti itu.

Essam Erian, anggota senior Partai Kebebasan dan Keadilan, mengatakan jajak pendapat akan dilakukan di bawah pengawasan hukum lengkap sehingga bisa diikuti dengan oleh media Mesir, kawasan dan juga internasional.

Pemungutan suara juga akan dipantau oleh masyarakat Mesir dan asing serta organisasi-organisasi hak asasi manusia.

Pada Jumat (22/2) Juru Bicara Oposisi, Khalid Dawud mengatakan bahwa semua anggota oposisi akan bertemu dalam minggu mendatang untuk memutuskan sikap apakah akan berpartisipasi dalam pemilu mendatang atau tidak.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply