PALESTINA NYATAKAN SIKAP ATAS KUNJUNGAN OBAMA KE AL-AQSA

Gaza, 16 Rabiul Akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Pada hari Ahad (24/2) kemarin beberapa tokoh Palestina telah mengadakan konferensi pers di teater nasional di Yerusalem. Dalam konfrensi pers itu, beberapa tokoh Palestina menyatakan sikap mereka terhadap rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Masjid Aqsa pada Maret.

Sejumlah tokoh agama dan nasional, termasuk kepala Dewan Tinggi Islam Ikrima Sabri dan Kepala Gerakan Islam, Syekh Ra’ed Salah (1948), turut berpartisipasi dalam konferensi pers.

“Sebagaimana diketahui, kita memiliki ketetapan dalam umat Islam, Arab dan Palestina mengenai isu Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa dan kami mengkonfirmasi bahwa Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa berada di bawah penjajah Israel yang tidak memiliki kedaulatan atau legitimasi atas mereka dan pasti akan berakhir ,” demikian yang dikatakan oleh Syekh Ra’ed Salah.

Rencanan kedatangan Presiden AS Barack Obama mengunjungi Masjid Al-Aqsa, mendapat kecaman keras dari para tokoh Palestina. Mereka menegaskan sikapnya terhadap rencana kunjungan itu yang bertentangan dengan apa yang sudah di tetapkan dari negara-negara Muslim, Arab dan orang-orang Palestina. “Namun, jika Barack Obama mau menaati peraturan yang ditetapkan di Masjid Al-Aqsa, maka silahkan datang. Tapi, jika dia tidak mau menaatinya peraturan yang ada, tidak usah datang,” tegas Salah. 

Sementara itu, Sheikh Ikrima Sabri mengatakan hal yang sama bahwa Palestina akan menyambut setiap pengunjung ke Masjid Al-Aqsa dengan ketentuan, ia harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh otoritas Waqf Islam, seperti yang dilaporkan oleh Al Qassam yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Sheikh Sabri menjelaskan, jika Obama ingin mengunjungi Masjid Al-Aqsa, ia harus masuk melalui gerbang Al-Asbat bukan melalui gerbang Al-Maghariba dimana dibawah kendali Israel untuk menunjukkan rasa hormatnya terhadap kedaulatan kaum Muslimin atas Masjid Al-Aqsa.

Dia menambahkan, Obama tidak harus disertai pejabat Israel selama kunjungannya ke Masjid Al-Aqsa, karena itu milik umat Islam dan merupakan situs suci kaum Muslimin sendiri.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA) 

 

 

 

 

 

Leave a Reply