MESIR IZINKAN ORGANISASI INTERNASIONAL PANTAU PEMILIHAN

Kairo, 16 Rabiul Akhir 1434/26 Februari 2013 (MINA) – Komisi Pemilihan Tinggi Mesir mengizinkan 4 organisasi internasional dan 50 organisasi lokal  untuk memantau pemilihan parlemen mendatang.

Menurut laporan Egypt Independent, empat organisasi internasional itu adalah Carter Center, Institusi Pemilihan untuk Keberlanjutan Demokrasi Afrika,  Demokrasi Internasional dan Jaringan Pemilu di Dunia Arab.

“Kami telah mengeluarkan izin untuk mereka semua,” kata juru bicara komite Pemilu Hesham Mokhtar di Kairo, Selasa (26/2).

Mokhtar menambahkan, panitia menolak permintaan 13 organisasi lokal karena kurangnya kapasitas mereka.

Panitia mengeluarkan 870 izin kepada anggota organisasi internasional, di samping 120 lisensi untuk penerjemah. Panitia juga mengeluarkan 90.821 izin kepada anggota organisasi-organisasi lokal, kata Mokhtar.

“Panitia memutuskan tanggal, prosedur dan peraturan kampanye,” tambah Mokhtar.

Presiden Mesir Muhammad Mursi mengeluarkan keputusan pemilihan parlemen dilaksanakan 22 April mendatang. Semula dijadwalkan 27 April.  Namun atas permintaan Kristen Koptik yang menyatakan tanggal tersebut bertepatan dengan hari Paskah, akhirnya tanggal pemilu dimajukan.

Menurut laporan Ahram, pemilihan parlemen dibagi empat tahap. Tahap pertama, 22 dan 23 April di Kairo, Beheira, El-Minya, Port Said dan Sinai Utara. Tahap kedua, 11 dan 12 Mei di Giza, Alexandria, Sohag, Beni Suef, Aswan, Suez, Laut Merah dan Lembah Baru. Tahap ketiga, 28 dan 29 Mei di Daqahliyah, Qaluibiya, Menufiya, Qena, Damietta, Luxor, Matrouh and Sinai Selatan.

Terakhir, babak akhir 15 dan 16 Juni di Sharqiya, Gharbiya, Assiut, Kafr El-Sheikh, Fayoum dan Ismailia.

Untuk kelancaran pelaksanaan pemilihan, Presiden Mursi mengajak semua pihak oposisi untuk berdialog, terkait  adanya pernyataan pihak oposisi yang akan memboikot pemilu.

Font Keselamatan Nasional, salah satu oposisi, menolak undangan Mursi. selama ini, oposisi beberapa kali menolak undangan Mursi untuk berdialog, sejak Amandemen Mursi pada 2012 yang mengundang protes warga.(T/P03/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply