PEJABAT PBB PRIHATIN KONDISI TAHANAN PALESTINA

 Ramallah, 5 Rabi’ul Akhir 1434/15 Februari 2013 (MINA) – Para pejabat PBB menyatakan keprihatinan atas kondisi para tahanan Palestina yang saat ini berada di penjara-penjara Israel, terutama kondisi kesehatan dan kelaparan yang dialamai para tahanan.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang anggota PBB James Rawley, koordinator bidang kemanusiaan untuk wilayah Palestina dan Timur Tengah saat bertemu dengan Issa Qaraqe, menteri urusan tahanan dan pertahanan Palestina di Tepi Barat pada Rabu (13/2) seperti di kutip reliefweb.com

Dalam pertemuan tersebut, Rawley menyatakan keprihatinan serius dari PBB mengenai kondisi para tahanan Palestina yang saat ini berada di dalam penjara pemerintah Israel.

“Mereka membahas situasi para tahanan Palestina saat ini yang menderita kelaparan, selain kondisi kesehatan mereka yang sangat kritis. Sebagai contoh Tarek Qa’adan, Jafar Azzidine, dan Samer Issawi, seorang tahanan Palestina yang menderita kelaparan lebih dari 200 hari,” demikian laporan dari sebuah berita yang dikeluarkan oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).

“Perlakuan Israel terhadap para tahanan sangat tidak manusiawi. Israel harus bertanggung jawab atas segala kerusakan permanen ini. Jika pejabat Israel tidak dapat mengajukan bukti untuk mendukung tuduhan terhadap para tahanan itu, maka mereka harus segera dibebaskan,” tegas Rawley. 

Qa’adan dan Azzidine dilaporkan di ambang kematian dengan ancaman serangan jantung fatal. Kedua pria itu ditangkap pada tanggal 22 November 2012 dan mulai menderita kelaparan sejak 28 November 2012 setelah dijatuhi hukuman penahanan administratif untuk jangka waktu tiga bulan. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Assaf Harofi dekat Tel Aviv pada tanggal 24 Januari 2013 setelah kondisi mereka semakin memburuk.

“Israel harus mengakhiri perlakuan mengerikan yang melanggar hukum internasional terhadap para tahanan Palestina. Masyarakat internasional harus bereaksi dengan berbagai cara untuk mengakhiri perlakuan kasar Israel,” desak Rawley.

Rawley juga mencatat bahwa Israel saat ini telah menahan 178 warga Palestina dalam penahanan administratif. Pada Rabu (13/2) Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay juga menyuarakan keprihatinannya tentang para tahanan Palestina yang berada di penjara Israel.

Sementara itu, Eduardo Del Buey, wakil juru bicara untuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyatakan bahwa Orang yang ditahan harus diisi dan diadili dengan jaminan peradilan sesuai dengan standar internasional, atau segera dibebaskan.

Penahanan administratif adalah penjara tanpa pengadilan untuk warga Palestina dan perintah penahanan dapat diperpanjang untuk jangka waktu tidak terbatas. (T/P04/R2).

Miraj News Agency(MINA)

 

Leave a Reply