PEMIMPIN SEBAGAI PELOPOR PENDIDIKAN KARAKTER

Jakarta, 13 Rabiul Akhir 1434 H. / 23 Februari 2013 M. (MINA) – Pemimpin sebagai sosok panutan bagi masyarakat merupakan pelopor dan penggerak pembentukan pendidikan  karakter di masyarakat.

Hal itu disampaikan Dr. Fuad Fachruddin pada Tasyakur Wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Bogor di Cibubur, Jakarta, Sabtu (23/2).

“Pendidikan karakter perlu terus dikembangkan, terutama dimulai dari para pemimpin negeri ini,” kata Fuad dalam orasi ilmiah Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Islam.

Fuad menggambarkan, bagaimana Nabi Muhammad sebagai pemimpin Islam memberikan contoh pendidikan karakter di lingkungan keluarganya. Antara lain dengan melarang puterinya, Fathimah, mengambil pelana kuda milik umat.

Menurut doktor lulusan Pittsburgh, Jerman itu, peringatan Nabi kepada keluarganya merupakan contoh tegas bagaimana seorang pemimpin melarang dirinya dan keluarganya agar tidak berbuat korup dan curang terhadap harta umat.

Ia juga mencontohkan, Umar bin Abdul Azis, pemimpin Islam era pasca sahabat Nabi, juga memberikan contoh, bagaimana ia memimpin rapat dengan stafnya di ruangan kerja dengan lampu terang.

Tetapi, ketika selesai rapat, puteranya hendak menemuinya, tiba-tiba lampu ruangan kerja dimatikan. Alasannya, pembicaraan kepentingan pribadi dan keluarga tidak boleh menggunakan fasilitas.

“Contoh-contoh keteladanan seperti ini sangat penting dilakukan para pemimpin bangsa ini, tokoh masyarakat, pendidik, dan orang tua dalam membekali anak didik dengan pendidikan karakter Islami,” tegas aktivis kegiatan kependidikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jakarta tersebut.

Ia menambahkan, pakar pendidikan Barat saja mengakui pentingnya pendidikan karakter bagi anak didik di tengah situasi abad globalisasi sekarang ini, katanya di hadapan wisudawan-wisudawati jurusan Pendidikan Agama Islam dan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam STAI Al-Fatah Cileungsi, Bogor.

Agus Umar Soleh, wali mahasiswa Angga Aminudin, lulusan Jurusan KPI, dalam sambutan atas nama orang tua mahasiswa mengatakan rasa syukurnya atas upaya Al-Fatah dalam menerapkan pendidikan karakter Islami di lingkungan kampus.

“Kami bersyukur anak kami dibekali pendidikan Islam dan ilmu, serta penanaman akidah dan akhlak,“ ujarnya.

Anggan Aminudin, sebelum lulus hingga sekarang dipercaya sebagai General Manager program penyiaran Radio Silaturahim 720 AM.

Sebagian lulusan kampus yang terletak di lingkungan kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah, melanjutkan studi S-2 di Jakarta, Samarinda, Aceh, hingga Palestina, Jordania, Yaman dan Sudan.

Wisuda angkatan 2012-2013 sejumlah 19 Jurusan PAI dan 7 jurusan KPI. Sebagian besar mahasiswa, sebelum lulus sudah bekerja di berbagai lembaga dan media, antara lain di radio silaturahim, radio al-fatah, kantor berita Islam MINA, guru dan dosen di berbagai lembaga pendidikan.  

Menurut pengurus kampus, STAI Al-Fatah lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas lulusannya.

Tampak hadir pada acara tasyakur wisuda STAI Al-Fatah, Pembina Utama Al-Fatah H.M. Hamidy, Ketua Agus Sudarmaji, Wakil Ketua Yakhsyallah Mansur, Wakil Ketua Agus Priyono, wali mahasiswa dan civitas akademika. (L/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply