PEMUKIM ILEGAL ISRAEL ALIRKAN LIMBAH KE DESA BERSEJARAH PALESTINA

 

Tepi Barat, 8 Rabiul Akhir 1434/18 Februari 2013 (MINA) – Pemukim ilegal Yahudi di “Shafi Shamron”, Tepi Barat Utara, telah mengarahkan pipa untuk membuang limbah langsung ke desa bersejarah Sabastiya, dimana terdapat rumah bagi ribuan keluarga Palestina.

Warga desa telah mengajukan tindakan hukum di pengadilan Israel terhadap pembuangan limbah pemukiman ilegal Israel itu. Namun, warga desa pesimis pengajuan tindakan hukum di pengadilan Israel  itu berhasil, karena pengadilan Israel lebih berat mendukung pembuangan limbah.

Seperti dilansir Website AlQassam, Sabastiya adalah sebuah kota bersejarah yang terletak hanya 10 km sebelah utara dari kota Nablus, Tepi Barat. Rakyat Palestina telah terus-menerus tinggal di desa itu selama hampir 2.000 tahun.

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, pemukim ilegal Yahudi memutuskan untuk membentuk koloni pemukiman ilegal di daratan desa dan mengklaim tanah itu milik negara Israel.

Menurut Gerakan Solidaritas Internasional,  di desa Sabastiya terdapat reruntuhan Kana’an, Israel, Helenistik, Herodian, Romawi dan Bizantium.

Jalan-jalan kota yang berliku bersama dengan peninggalan bersejarah membuat Sabastiya tempat yang ideal untuk dikunjungi. Namun, sebagai desa bersejarah yang menarik dan indah, pemukiman ilegal Israel “Shafi Shamrom” yang dekat dengan desa itu membuat kehidupan warga Sabastiya sulit : pemukim ilegal Yahudi menumbangkan pohon-pohon zaitun, melepaskan babi hutan untuk merusak tanah, dan kejahatan yang dilakukan paling baru-baru ini, limbah dialirkan dari pemukiman ilegal  membanjir wilayah milik warga Palestina.

Pada tahun 2001, pemukim ilegal yahudi menumbangkan dan menghancurkan sekitar 1000 pohon Zaitun, secara mendasar merusak tanah milik beberapa warga Palestina.

Pada tahun 2006, tentara penjajah Israel memasang pagar dalam upaya untuk menyita tanah di mana pohon-pohon Zaitun itu awalnya berada. Petani Sabastiya melakukan perlawanan dengan menarik pagar dan sejak saat itu tidak ada upaya lebih lanjut untuk memasang pagar pembatas lagi.

Tindakan yang paling baru yang dilakukan pemukim ilegal Israel “Shafi Shamron” dengan membuang limbah mereka, limbah dialirkan langsung ke lahan Palestina. Limbah menyerap ke dalam tanah, mengakibatkan pohon-pohon zaitun dan aprikot terkena penyakit .

Aliran limbah manusia dimulai dari sebuah pipa di sekeliling pemukiman ilegal Israel, menciptakan semacam waduk yang kemudian mengalir melalui lahan milikm warga Palestina, menarik setiap pemilik lahan selanjutnya untuk membuat kanal untuk mengalirkan air limbah ke tetangganya yang lebih jauh.

Semua permukiman Israel dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. Pembangunan Permukiman Ilegal Israel merupakan pelanggaran langsung terhadap perjanjian yang ditandatangani sebelumnya antara penjajah Israel dan Palestina, serta Konvensi Jenewa Keempat, yang melarang perpindahan populasi sipil ke wilayah yang dijajah oleh suatu negara militer.

Di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem Timur), jumlah pemukim ilegal Yahudi meningkat sebesar 4,7% selama tahun 2012. Pada Januari 2013 jumlah pemukim ilegal Yahudi mencapai 360.000 jiwa, dibandingkan dengan 343.000 jiwa pada Januari 2012.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply