PEMUKIM YAHUDI SERANG RUMAH WARGA PALESTINA DI NABLUS

Nablus, 16 Rabiul Akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Puluhan pemukim Yahudi menyerang rumah warga Palestina di desa Qasra, selatan Nablus, pada Sabtu (23/2) sore, dan menghancurkan pohon-pohon zaitun.

Ghassan Daghlas, penanggung jawab pemantauan pemukiman di Tepi Barat mengatakan bahwa para pemukim Yahudi datang dari pos pemukiman Kodesh terdekat Aish.

Helmi Abbul-Aziz (24) seorang warga Nablus terluka karena tembakan di bagian perut saat menghadang serangan tersebut. Ia kemdian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Para pemukim Yahudi melemparkan batu ke rumah-rumah warga Palestina di wilayah timur desa, mereka juga menghancurkan puluhan pohon zaitun di daerah yang sama”, katanya.

Bentrokan itu terjadi bersamaan dengan demonstrasi yang meluas terjadi di seluruh Tepi Barat dalam mendukung para tahanan yang disiksa di dalam tahanan Israel.

Seorang pejabat rumah sakit Palestina serta dua penduduk desa mengatakan Abdul-Aziz berada dalam kondisi serius setelah ditembak di perut. Petugas medis tersebut meminta untuk menyembunyikan namanya karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

Seorang jurubicara militer Israel mengatakan sekitar 150 warga Palestina dan 25 pemukim Yahudi terlibat dalam bentrokan tersebut. Ketika sudah terlihat kobaran api, polisi Israel segera membubarkan mereka dengan melepaskan tembakan.

Warga yang menyaksikan bentrokan, Basem Nazal dan Abdul Azim-Wadi, mengatakan pasukan Israel membubarkan warga Palestina dengan menggunakan gas air mata, granat dan peluru, tetapi tidak ada kebakaran disana.

Menurut saksi mata dari warga Palestina, bentrokan dimulai ketika sekelompok pemukim Yahudi mengejar para petani Palestina dan keluarganya di desa tersebut. Sebagai reaksi terhadap peristiwa tersebut, warga lainnya membantu mengusir para pemukim Yahudi. Akibatnya pelemparan batu antara kedua pihak tidak terhindarkan.

Desa sebelah selatan Nablus adalah target utama serangan mereka karena daerah tersebut sudah dikelilingi pemukim Israel sehingga tidak ada bantuan yang datang dari rakyat Palestina lainnya.

Ada sekitar 300.000 pemukim Yahudi Israel yang tinggal di Tepi Barat. Sementara masyarakat internasional mengutuk pembangunan pemukiman tersebut karena dibangun diatas tanah milik rakyat Palestina. Wilayah tersebut direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply