PENDAPATAN PAJAK PALESTINA TERUS DITAHAN ISRAEL

Bethlehem, 9 Rabiul Akhir 1434/19 Febuari 2013 (MINA) – Israel terus menahan pendapatan Pajak warga Palestina hingga sebagian para buruh melakukan aksi mogok kerja karena gaji mereka belum dibayar. Demikian kata seorang pejabat di Tepi Barat, senin (18/2). 

Ahmad al-Hilou, direktur pajak bea cukai dan PPN, mengatakan bahwa Israel seharusnya mentransfer pendapatan pajak warga Palestina. “Tapi uang gaji buruh masih ditahan karena untuk urusan politik Israel,” katanya sepereti dilaporkan kantor Ma’an dan diterima langsung Miraj News Agency.

Sementara itu Ahmad mengatakan bahwa pada 28 Febuari mendatang delegasi Palestina akan bertemu dengan para pejabat Israel untuk membahas tentang pendapatan pajak Palestina.

Kesepakatan perdamaian sementara antara Palestina dan Israel sudah berjalan. Saat ini, Israel telah mengumpulkan sekitar USD100 juta atas nama Palestina. Uang itu akan digunakan untuk keperluan gaji sektor publik di Palestina. 

Hukuman Israel menahan dana pajak Palestina sebenarnya sudah diakui oleh PBB sebagai negara non-anggota pada bulan November lalu. Semua sekolah di Tepi Barat ditutup dan para guru melanjutkan mogok mengajar untuk memprotes keterlambatan pembayaran gaji tersebut.

Aksi mogok para guru di sekolah itu kemungkinan akan berlanjut pada Ahad (17/7), demikian kata salah satu petugas kesehatan di Tepi Barat. Ia menambahkan bahwa mereka akan melakukan mogok penuh selama sepekan ini, karena itu petugas kesehatan hanya akan melayani keadaan darurat  saja di rummah sakit dan pusat kesehatan. 

Sementara itu, para pekerja sektor publik pun belum mendapat gaji hampir lima bulan. Untuk mengatasi hal ini, maka pemerintah berinisiatif akan meningkatkan pendapatan listrik dan air dalam jangka setahun.

Israel sebelumnya telah membekukan pembayaran pajak Palestina, dimana sebelumnya Israel telah membekukan pembayaran pajak Palestina selama masa diplomasi. Selain itu, Israel juga memprovokasi pihak internasional agar mengecam pihak yang telah memberikan keanggotaan Palestina secara penuh dalam PBB.(T/P012/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply