PENJAJAH ISRAEL SERANG JAMAAH MASJID AL AQSA

Jerussalem, 14 Rabiul Akhir 1434 H/24 Februari 2013 (MINA)- Pasukan penjajah Israel menyerang  masjid suci Al-Aqsha di Yerusalem setelah para jamaah melaksanakan Sholat Jumat.

Seorang saksi mata mengatakan polisi Israel menembakkan peluru dan gas air mata yang mengakibatkan SEpuluh orang mengalami luka-luka. Demikian tulis situs Al Qassam yang diterima Mi’raj News Agency (MINA).

Polisi Israel masuk ke tempat suci dari tiga pintu gerbang dan menangkap beberapa jamaah. Di antara jamaah yang terluka adalah seorang gadis muda yang dipukul oleh polisi. Lainnya adalah beberapa paramedis, dan jamaah dari warga Jerussalem.

Sumber Israel mengatakan bahwa mereka menyerbu masjid suci Al-Aqsha untuk memadamkan aksi unjuk rasa pro-tahanan yang rencananya akan dilakukan setelah sholat jum’at lalu. Serangan Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsa telah membangkitkan kekhawatiran luas bangsa Palestina dan masyarakat internasional khususnya negara-negara Islam.

Para petinggi Palestina mengutuk tindakan brutal itu dan menyeru organisasi internasional khususnya Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menyikapi serius aksi Israel terhadap kiblat pertama umat Islam ini.

Israel dalam aksi terbarunya gencar menebar provokasi serta mempublikasikan iklan di situs-situs internet serta media massa. Isinya, menyeru warga Zionis lainnya untuk menyerang Masjid Al-Aqsa. 

Penjajah Zionis Israel baru-baru ini menyebarkan foto Masjid Al-Aqsa tanpa Kubah Emas. Menurut sumber lain, tindakan penodaan yang dilakukan oleh penjajah Israel  terhadap Masjid Al-Aqsa ini sudah sering kali terjadi.

Komite Al-Quds dalam keterangannya menyebut penyebaran foto ini sebagai arogansi nyata rezim Zionis Israel. Statemen komite ini menyebutkan, penyebaran gambar ini di tengah-tengah militer zionis bukan hal yang kebetulan, namun mengindikasikan keputusan serta rencana jahat Zionis demi mensukseskan klaim mereka atas Masjid Al-Aqsa sebagai tempat ibadah mereka.

Sebagian lembaga ekstrim Yahudi meningkatkan serangan Zionis ke Masjid al-Aqsa. Hal tersebut dilakukan bersamaan dengan meningkatnya seruan kaum Zionis yang menuntut secepatnya dibangun kuil Sulaiman di atas Masjid al-Aqsa yang telah rusak.

Untuk membuktikan klaim Rezim Zionis atas keberadaan sejarah Zionis di Palestina, khususnya di Quds, penjajah Zionis ini terus menggali tanah di bawah Masjid Al-Aqsa. Namun hingga kini, penjajah Zionis tidak menemukan bukti satu pun atas klaimnya. Justeru penggalian tersebut menyebabkan lemahnya pondasi masjid yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam itu.

Seruan Bersatu

Sementara itu, Sheikh Al-Azhar, Ahmad Tayyib yang mendapat kabar itu juga bereaksi. Dalam wawancaranya dengan koran Mesir Al-Masry Al-Youm al-Sabi` ia meminta kepada ummat Islam dan Arab untuk bersatu guna mencegah aksi rezim Zionis merusak Masjidil Aqsa. 

Ahmad Tayyib meminta Arab dan muslimin serta semua pencari kebebasan di dunia untuk selalu membela kebenaran dan keadilan demi membela kesucian mereka.

Jauh sebelumnya, Jama’ah Musilin (HIZBULLAH) yang bermarkas di Indonesia sudah lebih dulu menyerukan persatuan di bawah pimpinan seorang imam kepada seluruh kaum muslimin di dunia. 

Dalam beberapa surat resminya, Jama’ah Muslimin mengatakan bahwa permasalahan Masjid Al-Aqsa dan kaum muslimin dibelahan dunia ini hanya bisa dibebaskan melalui sistem khilafah. Sistem khilafah adalah sebuah sitem kehidupan kaum muslimin yang sudah dicontohkan dan diamalkan oleh para sahabat. 

Persatuan dan kesatuan di bawah pimpina seorang imam ini tak lain adalah sistem Khilafah ‘ala min hajin nubuwwah. Sebuah perangkat kehidupan berjama’ah yang kini mulai dilupakan oleh kaum muslimin.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply