PENJARA ISRAEL JADI TEMPAT PEMBUNUHAN

Palestina, 6 Rabiul Akhir 1434/16 Februari 2013 (MINA) – Layanan Penjara Israel melakukan pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina yang mengubah penjara menjadi tempat pembunuhan kejam, informasi itu diperoleh dari surat bocoran dari penjara Israel.

Lembaga Palestina untuk Hak Tahanan Palestina (Waed) telah menerbitkan surat bocoran dari Layanan Penjara Israel yang menggambarkan penderitaan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, demikian laporan dari MEMO yang dikutip MINA. 

“Layanan Penjara Israel baru ini mendirikan perangkat gangguan yang mengakibatkan bahaya bagi kesehatan tahanan,” klaim Waed seperti yang ditulis dalam surat bocoran tersebut.

Surat itu mengatakan dalam beberapa hari, para tahanan mulai menderita sakit kepala parah dan terus menerus yang meningkatkan kemalasan pada malam harinya hingga mengganggu kejiawaan.

Surat itu juga mengungkapkan para tahanan menahan sakit ketika mereka diangkut dari penjara ke pengadilan yang digambarkan sebagai perjalanan ke neraka.

Mengenai kampanye pemberlakuan inspeksi dadakan pada malam hari, surat itu juga menyebutkan bahwa kejahatan di penjara Israel meningkat tajam. “Terlepas dari kondisi cuaca yang sekarang dingin atau prinsip-prinsip etika dan kemanusiaan, mereka bersikeras melakukan inspeksi dadakan,” kata surat itu.

IMEMS melaporkan, sepanjang 2012, Kementerian Tahanan Palestina melaporkan tentara Israel menculik anak sebanyak 900 orang dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah 700 orang.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa 95% dari anak-anak diculik dan diserang, dipukuli dan disiksa selama dalam penahanan. Sebagian lainnya diculik dari rumah mereka antara jam 2 dan 4 subuh. Tentara-tentara Israel itu masuk ke rumah mereka dengan menghancurkan pintu dan menyebabkan kerusakan pada harta benda.

Para tahanan berjanji untuk tidak diam tentang pelanggaran Israel terhadap mereka. Menurut surat itu, mereka mengatakan berencana untuk mengambil langkah bertahap. Mereka juga menyerukan kepada PBB, Palang Merah dan organisasi hak asasi manusia untuk melakukan yang terbaik guna mengakhiri pelanggaran Israel terhadap mereka.(T/P08/R2).

Miraj News Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply