PERGURUAN TINGGI DI SUDAN DIMINATI MAHASISWA DUNIA

     Khartoum, 23 Rabiul Awal 1434 H/4 Februari 2013 M (MINA). Ketua Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI), Andre Lupias, mengatakan, Perguruan Tinggi di Sudan, Afrika, banyak diminati mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
     “Walaupun Sudan terkena sanksi embargo ekonomi dan pengiriman uang, namun tidak mengurangi semangat mahasiswa ari berbagai belahan dunia untuk mengenyam pendidikan di Sudan,” kata Andre kepada Abdul Qadir Munir, wartawan Mi’raj News Agency (MINA) di Khartoum, Senin (4/2).
     Menurutnya, ketertarikan mahasiswa belajar di Sudan karena memiliki kelebihan khusus seperti penggunaan bahasanya Arab fushah (resmi), menjadi rujukan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk orang di luar Arab (Lughatul Arabiya Li ghairi Natiqin) dan adanya beasiswa kuliah.
     “Termasuk adanya kebebasan dari pemerintah Sudan kepada para mahasiswa untuk berorganisasi dan mengembangkan potensinya masing-masing,“ tandas Andre.
     Para mahasiswa datang mulai dari sekitar kawasan Timur Tengah seperti Palestina, Irak dan Yaman, serta kawasan Afrika seperti Kamerun, Senegal, Somalia, Komoros, Pantai Gading, Nigeria, Neger, Chad, Mali, Tunisia, Ethiopia, Burkina Faso, Dzibouti, Rwanda, Mesir dan Aljazair. Datang juga dari kawasan Asia, seperti : Indoneisia, Malasia, Thailan, Pilipina, China, Tazikistan, Turki dan Afganistan Hingga dari negeri Eropa semacam Rusia, Albania dan dari amaerika latin yaitu Brazil.
     Menurut data PPMI jumlah mahasiswa dari Indonesia yang menempuh jenjang perguruan tinggi di Sudan tercatat sekitar 284 orang. Mereka terdiri dari program S-1 (sejumlah 131 orang), S-2 (133 orang) an S-3 (21 orang).
     Para mahasiswa mengambil berbagai program studi yang tersebar di tujuh peeguruan tinggi, yaitu : International University Afrika (IUA), Khartoum International Institut Of Arabic Language (Ma’had Khartoum Ad-Dauly), Omdurman Islamic University, University Of The Holly Quran and Islamic Sciences, Nilein University, Zaim Azhari University, dan Bukhto Ridha University.

Mahasiswa Indonesia
      Menurut pantauan wartawan MINA di Sudan, kondisi kehidupan mahasiswa Indonesia di sana cukup beragam. Mahasiswa program studi S-1 umumnya mendapatkan beasiswa bebas kuliah, asrama dan makan. Sedangkan mahasiswa program studi S-2 dan S-3 pada umumnya biaya sendiri.
     Untuk memenuhi kebutuhan hidup, beberapa mahasiswa Indonesia meluangkan waktunya untuk bekerja misalnya, membuka jasa pengetikan, menjual tahu tempe, dan jasa pengiriman uang.
     Seperti dilakukan Jumaidi Kaero atau akrab disapa JK, mahsiswa S2 asal Bone, Sulawesi Selatan, yang berinisiatif membuka usaha jasa pengiriman uang baik dari Indonesia ke Sudan maupun sebaliknya.
     “Usaha Ini sebagai bentuk pelayanan demi membantu mahasiswa agar mendapatkan kiriman dari orang tua mereka dan tenaga kerja Indonesia yang hendak mengirim uang untuk keluarga mereka di Indonesia,” ujarnya.
     Namun demikian, walaupun kondisi kehidupan mahasiswa Indonesia cukup sederhana, mereka aktif mengikuti berbagai program untuk menambah wawasan mereka. Berbagai acara seperti seminar internasional tentang hukum Islam, seminar kesehatan, Nusantara Games, Penggalangan Dana untuk Palestina dan Masjidil Aqsha, dan sebagainya.
     PPMI Sudan periode 2012-2013 berencana mengadakan kegiatan besar berupa Pelatihan Kegawatdaruratan Search And Resque (SAR), bekerja sama dengan Al-Fatah Sudan sebagai instruktur pelatihan, Maret mendatang. Kegiatan besar lainnya, Seminar internasional antarmahasiswa Asia, dengan tujuan merapatkan kesatuan dan kebersamaan dalam menegakkan Islam yang Kaffah.
     Ketua PPMI Andre mengharapkan Pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan kesejahteraan mahasiswa di Sudan.
     “Sudah saatnya pemerintah membuka atase pendidikan di Kedutaan Sudan, agar lebih mendorong generasi muda untuk menempuh jenjang pendidikan agama dan bahasa di Sudan. Sebuah negara di Afrika yang dikenal sebagai negara dua nil (annilein), karena terdapat dua sungai Nil, yaitu sungai nil putih (abyat) dan sungai nil biru (azrak). (L/K14/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply