PM SURIAH INGIN CENDEKIAWAN ARAB IKUT DIALOG NASIONAL

Damaskus, 17 Rabiul Akhir 1434/ 27 Februari 2013 (MINA) – Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi  menginginkan peran cendekiawan Arab ikut dalam upaya dialog nasion Suriah.

Al-Halqi dalam pertemuan dengan tokoh budaya Arab pada Simposium Dialog Nasional untuk Suriah di Damaskus Senin (25/2), mengatakan, partisipasi cendekiawan Arab merupakan wujud persaudaraan yang tulus dan dukungan mereka terhadap Suriah.

“Kita harapkan mereka memahami adanya rencana jahat sengit AS dan Zionis yang bertujuan menghancurkan kawasan Arab,” ujar Al-Halqi.

Menurut Al-Halqi, pemerintah Suriah berupaya melaksanakan program politik, dan berkomitmen membuat dialog dengan pihak manapun.

Dia menambahkan, pemerintah bertekad untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat konflik bersenjata dan menegaskan ekonomi Suriah akan mengatasi semua tantangan itu.

Intelektual Arab menyatakan keyakinannya, Suriah akan keluar dari krisis, dan Suriah akan tetap menjadi detak jantung bagi dunia Arab, lapor Kantro Berita SANA.

Dalam sesi penutupan simposium, kalangan cendekiawan diminta memainkan perannya dalam memperkuat nilai-nilai moral, meningkatkan kesadaran dalam masyarakat, memerangi ekstremisme dan intoleransi, serta menekankan pentingnya keterlibatan tokoh-tokoh cendekiawan dalam dialog dan media.

Pernyataan juga menyebutkan, pentingnya meningkatkan interaksi intelektual yang berfokus pada penelitian ilmiah sebagai prioritas nasional, mengadakan seminar untuk kalangan pemuda Suriah, serta bersikap waspada terhadap organisasi yang didanai pihak asing dan slogan palsu yang dipromosikan media massa.

Rekomendasi menyatakan perlunya peran penting Angkatan Bersenjata dalam menjaga dan melindungi keamanan negara.

Menteri Kebudayaan Suriah Lubana Mashouh dalam pidato penutupan mengatakan, dengan adanya rekomendasi pertemuan kaum cendekiawan menunjukkan perannya dalam ikut serta memberikan solusi setiap masalah yang memang memerlukan penelitian cermat dari segala aspek.

“Ini membuktikan bahwa Suriah hidup dengan orang-orang yang cinta dengan tanah airnya,” tegas Mashouh.

Dia mengatakan simposium ini merupakan langkah awal yang akan diikuti langkah-langkah berikutnya secara benar. (T/P08/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply