PM TUNISIA MENGUNDURKAN DIRI

Tunis, 10 Rabiul Akhir 1434/20 Februari 2013 (MINA) – Perdana Menteri Tunisia Hamadi Jebali mengumumkan pengunduran dirinya dalam sebuah konferensi pers di Tunis, Selasa (19/2).

“Saya berjanji jika rencana saya tidak berhasil saya akan mengundurkan diri sebagai kepala pemerintahan dan ini saya lakukan setelah saya bertemu dengan presiden,” kata Hamadi di Istana Kepresidenan.

Sebenarnya Hamadi dijadwalkan bertemu Presiden Moncef Marzouki pada sore harinya. “Hari ini ada kekecewaan besar di antara orang-orang dan kami harus mendapatkan kembali kepercayaan mereka dan pengunduran diri ini adalah langkah pertama”.

Ada selentingan yang mengisyaratkan bahwa Hamadi akan mengundurkan diri lebih awal pada Selasa, setelah partai penguasa, Ennahda menolak rencananya membentuk kabinet independen untuk membawa Tunisia menghadapi krisis yang tengah berlangsung.

“Hamadi bertemu dengan kabinet di pagi hari untuk terakhir kalinya dan meminta mereka terus mempercepat urusan saat ini,” kata seorang anggota pemerintah.

Pemimpin Ennahda, Rachid Ghannouchi telah mengajukan proposal pada Senin mengenai rencana pembentukan pemerintahan campuran dan menyatakan ada kesepakatan di antara kader partai agar Hamadi terus menjabat sebagai perdana menteri.

Hamadi menyatakan kesiapannya jika memang ia masih diperlukan lagi untuk membentuk pemerintahan baru, tetapi ia mengatakan setiap kabinet baru yang akan memimpin harus bebas dari intrik tawar menawar politik dan harus diadakan melalui pemilihan baru.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply