PRESIDEN PERANCIS TOKOH PERDAMAIAN?

Teheran, 13 Rabiul Akhir 1434/22 Februari 2013 (MINA) – Badan Kebudayaan PBB, UNESCO, memberikan hadiah perdamaian kepada Presiden Perancis Francois Hollande atas “kontribusi yang berharga bagi perdamaian dan stabilitas di Afrika”, di tengah perang pimpinannya yang  sedang berlangsung di Mali, Press TV melaporkan Jum’at (22/2) sebagaimana yang diterima MINA di Jakarta.

“Setelah menganalisis situasi global,  Afrika menjadi perhatian juri dengan berbagai ancaman yang mempengaruhi benua tersebut,” kata mantan Presiden Mozambik Joaquim Chissano selaku ketua juri dari Felix Houphouet-Boigny Peace Prize, Kamis (21/2).

Dia menambahkan bahwa Juri memutuskan untuk memberikan penghargaan kepada Hollande “atas kontribusinya yang besar bagi perdamaian dan stabilitas di Afrika”. Hal ini muncul setelah Perancis meluncurkan perang terhadap Mali pada 11 Januari dengan dalih untuk menghentikan kemajuan pejuang Islam di negara Afrika Barat tersebut. Perang telah menimbulkan ribuan pengungsi Mali.

Penghargaan UNESCO ini sangat kontras dengan pernyataan  Amnesty International satu Februari lalu yang mengecam “pelanggaran hak asasi manusia serius” yang dilakukan Perancis di Mali, termasuk pembunuhan anak-anak dalam perang.

“Ada bukti setidaknya lima warga sipil, termasuk tiga anak, tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Perancis melawan pejuang lokal,” kata organisasi hak asasi manusia itu.

Sebelumnya pengamat kebangsaan Mali Dr Salif Kone mengatakan bahwa perang yang dibuat Perancis di Mali menyebabkan kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah dan menciptakan banyak masalah bagi rakyat Mali.

“Blokade daerah oleh pasukan Perancis dan Mali telah merusak kegiatan pekerja kesehatan di beberapa kamp pengungsi. Sebagian besar kamp kekurangan kebutuhan yang parah seperti makanan dan obat-obatan,” kata warga Mali Utara kepada Press TV.

“Kami mempertanyakan peran pasukan Perancis yang membuat hidup kami lebih sulit dari pada sebelumnya,” kata penduduk Mali yang lain. Beberapa pengamat  politik meyakini  bahwa sumber daya alam yang melimpah  di Mali, termasuk emas dan cadangan uranium,  menjadi salah satu alasan di balik perang Perancis.

Sejak tahun 1989, penghargaan  Felix Houphouet-Boigny Peace Prize diberikan kepada orang-orang, lembaga dan organisasi yang dianggap aktif telah memberikan kontribusi signifikan dalam mempromosikan, mencari, menjaga atau memelihara perdamaian. Hadiahnya berupa cek sebesar USD 150.000, medali emas dan gelar “Diploma Perdamaian”.(T/P09/R2).

Miraj News Agency (MINA).

 

Rate this article!

Leave a Reply