SATUKAN UMAT, JAMAAH MUSLIMIN ADAKAN TAARUF DI MALAYSIA

Kuala Lumpur, 24 Rabiul Awal 1434/4 Februari 2013 (MINA) – Untuk menggalang kesatuan umat Islam, Jamaah Muslimin (Hizbullah) bersama organisasi Malaysia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, Ummatic Mission Resources akan mengadakan forum silaturrahim dan taaruf pada Ahad, 10 Februari 2013 di Masjid Jami’ Pekan Kajang, Selangor, Malaysia.

Mengangkat tema Cinta Rasul Pemangkin Kesatuan Ummat Dalam Pembebasan Al-Aqsa, kesatuan ummat ini diharapkan mampu membebaskan Masjid Al-Aqsa di Palestina yang saat ini masih berada dalam cengkeraman Zionis Israel.

Pembicara dari Indonesia dan Malaysia akan hadir dalam acara tersebut seperti KH Abul Hidayat Saerodjie (Pembina Ponpes Al-Fatah, Bogor, Indonesia), KH Umar Rasyid (Ulama’ Indonesia), Dr. Abdul Halim bin Abdul Hamid (Pakar Ekonomi Syariah Multimedia University Malaysia) serta Ustadz Awang Suffian bin Awang Piut (CEO Amman Palestin Berhad, Malaysia).

Ketua Panitia Acara, Dudin Shobarudin mengharapkan acara ini bisa lebih mempererat lagi hubungan persaudaraan masyarakat kedua negara serumpun tersebut. “Diharapkan bisa terjalin hubungan yang lebih erat lagi antara dua negara ini sehingga perbedaan keduanya tidak diperuncing oleh hal-hal yang sifatnya kecil, karena Ukhuwah Islamiyah tidak dibatasi oleh perbatasan dan teritorial negara, tetapi universal,” ungkap Dudin kepada Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA).

Banyak pihak menyambut baik acara tersebut, salah satunya Hannan binti Abdul Rahim, mahasiswi International Islamic University Malaysia. Menurutnya, acara ini sangat bagus, selain untuk menyambung tali silaturrahim kedua negara, mungkin juga bisa merubah cara berfikir kita dalam menanggapi berbagai persoalan yang muncul untuk memecah belah ummat Islam di Indonesia dan Malaysia.

Acara yang terbuka untuk umum ini, diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 210 warga Indonesia dalam acara tersebut sebagai duta perdamaian untuk menyambung tali silaturrahim antara masyarakat Indonesia dengan rakyat Malaysia. Mereka akan berada di Malaysia selama tiga hari karena juga akan melakukan kunjungan ke Sekolah Tahfidz Imtiyaz Melaka.

Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia dan Malaysia memanas karena banyak mengalami sengketa antara kedua negara. Dua negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia ini sejatinya merupakan saudara serumpun yang terpisahkan oleh teritorial wilayah akibat para penjajah dalam sejarah yang memecah belah mereka. Banyak pengamat menyebutkan Zionis tidak menginginkan kedua negara ini bersatu.(L/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply