SBY KUNJUNGI MESIR BAHAS PALESTINA

Kairo, 26 Rabiul Awal 1434/7 Februari 2013 (MINA) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta rombongan tiba di Kairo, Mesir. SBY bersama rombongan sampai di Bandar Udara Internasional Kairo setelah menempuh penerbangan selama 2,5 jam dari Madinah, Arab Saudi.

Berdasarkan informasi dari situs presidenri.go.id, Pesawat Garuda A330-300 mendarat pada Selasa (5/2) sekitar pukul 20.40 waktu setempat, atau Rabu (6/2) pada pukul 01.40 WIB. SBY langsung disambut Menteri Lingkungan Hidup Mesir Khaled Abdel-Aal dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Arab Mesir, Nurfaizi Suwandi.

Selama di Kairo, presiden akan menghadiri serangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) pada siang hari. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Fairmont Towers dimulai dengan acara pembukaan KTT OKI dan dilanjutkan sidang kerja dan sesi khusus untuk membahas penyelesaian sengketa di wilayah Palestina.

Indonesia merupakan negara yang selalu berdiri di barisan terdepan untuk tetap mendukung perjuangan Palestina mendapatkan kemerdekaannya, kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi.

“Bahkan isu Palestina menjadi isu pertama yang dibahas dalam politik luar negeri Indonesia,” katanya pada seminar `Peranan Indonesia atas Perjuangan Kemerdekaan Palestina` di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pekan lalu.

Bahkan, menurut dia, melalui Menteri Luar Negeri Indonesia selalu menyampaikan dukungannya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). “Dukungan Indonesia terhadap Palestina bukan karena isu agama, konflik Palestina dan Israel bukanlah isu agama. Konflik itu terjadi karena penjajahan Israel atas Palestina,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia memberikan dukungan terhadap Palestina karena memiliki sejarah yang sama dalam penjajahan. Israel ingin memusnahkan masyarakat Palestina dengan membangun rumah-rumah Israel di wilayah Palestina.

Lebih dari 750.000 rakyat Palestina menjadi pengungsi di negaranya sendiri, lebih dari 532 desa dan kota di Palestina dihancurkan secara menyeluruh dan diganti dengan bangunan-bangunan Israel.

“Kami hanya ingin tinggal di tanah kelahiran kami Palestina, mendapatkan kemerdekaan dan hidup damai tanpa perang. Perjuangan Palestina untuk mencapai kemerdekaannya akan sia-sia tanpa bantuan dari Indonesia,” katanya.

Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ratu Silvy Gayatri mengatakan Indonesia akan tetap konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Hal itu, menurut dia, berdasarkan amanat konstitusi, yakni Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. “Selain itu juga berdasarkan pengalaman pahit Indonesia yang mengalami penjajahan selama ratusan tahun,” katanya.(T/P04/R2).

Miraj News Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply