SDM JADI PRIORITAS UTAMA INDUSTRI SYARIAH

Jakarta, 20 Rabiul Akhir 1434/2 Maret 2013 (MINA) – SDM menjadi prioritas  utama  sebagai mutu penting dalam perkembangan industri syariah, dimana perkembangan industri syariah begitu pesat di Indonesia. “Pembangunan dan peningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas utama bagi para pelaku industri,” kata M Shaifie Zein ketua umum AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia) kepada reporter MINA dalam acara seminar Ekonomi Syariah di Jakarta, (28/2) lalu.

Dia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Sudah sepatutnya kita memiliki peran yang lebih besar dalam kancah industri asuransi syariah di regional maupun dunia.

Zein menambahkan sebenarnya indonesia lebih berkembang dari pada Malaysia misalnya Indonesia sudah menerapkan RBC (Risk Based Capital) dan sudah dimodifikasi lagi sedangkan Malaysia baru menerapkan.

Perkembangnya industri syariah di tanah air masih diwarnai kurangnya ketersediaan produk syariah yang terstandarisasi serta minimnya sumber daya manusia kompeten, dengan observise yang masih kurang.

Shaifie mengungkapkan, untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya edukasi  terhadap masyarakat  dengan upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah serta perubahan dari internal yang lebih baik lagi.

“Investasi berbasis syariah harus makin baik lagi sehingga pelayanan kita kepada masyarakat harus lebih baik dan mengelola keuangan masyarakat lebih menguntungkan dan yang paling penting harus sesuai syariah,” ujar tutor dari perguruan tinggi pelatihan asuransi dan keuangan.

Acara itu terlaksana antara AASI bekerjasama dengan MNRB Retakaful dan Actuarial Partners mengadakan konferensi internasional bertema “Expanded Role of Actuaries – Balancing Policy Holder, Share Holder, dan Regulatory Expectations”.(L/P010/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply