SELAMA 2 PEKAN ISRAEL TANGKAP 19 ANAK

Jerussalem, 23 Rabiul Akhir 1434/23 Februari 2013(MINA) – Kementerian Informasi Palestina melaporkan bahwa tentara Israel telah menangkap  19 anak-anak Palestina dan melukai puluhan anak-anak lainnya dalam dua pekan terakhir Februari 2013 ini.

Kementerian tersebut mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa tentara Israel terus melanjutkan serangan mereka dan pelanggaran terhadap anak-anak dengan menangkap 19 anak-anak dari tempat yang berbeda-beda di wilayah Palestina.  Selain itu, puluhan anak lainnya terluka setelah diserang oleh kedua tentara Israel dan para pemukim Yahudi.

Dalam laporan tersebut diungkap bahwa anak-anak ditangkap secara membabi buta oleh para tentara yang menyerbu beberapa kota dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat. Mereka kemudian  interogasi dan dimasukkan ke penjara Israel.

Mereka dianiaya dan dipukuli secara brutal selama penahanan agar mengakui kejahatan yang belum tentu mereka lakukan dan memaksa mereka memberitahu teman-teman dan kenalan mereka yang diduga juga melakukan kejahatan yang mengancam keamanan Israel.

Dalam sebuah laporan, mereka diinterogasi selama berjam-jam, sementara tangan dan kaki mereka diikat dan mata mereka ditutup. Di beberapa pusat interogasi, laporan tersebut mencatat, anak-anak dibiarkan selama berjam-jam di bawah hujan. Dalam kebanyakan kasus, anak-anak menjadi sasaran berbagai bentuk hukuman kolektif.

Selain anak-anak yang ditangkap, ada dua anak Palestina ditembak oleh militer Israel di dekat perbatasan sebelah timur Jabalia, utara Gaza. Mereka terluka akibat tembakan brutal tentara Israel dalam sebuah serangan pada saat mereka memprotes perluasan pembangunan tembok ilegal di pemukiman Tepi Barat.

Menurut data statistik dari UNICEF, dalam 2010 Israel sudah menangkap 1000 anak-anak Palestina lokasi penangkapan, adalah Al Quds atau biasa disebut Jerussalem.  Israel memang semakin keras mengusir penduduk Al Quds dan Jerussalem yang sudah terkurung dalam tembok dan pos-pos penjagaan militer Israel. Dari total 1000 anak yang ditangkap, baru 700 orang yang sudah melewati persidangan di mahkamah militer. Dan hanya 30% dari mereka yang boleh didampingi pengacara.

Jika dihitung sejak tahun 2000, Zionis Israel sudah menangkap sekitar 7500 anak-anak Palestina. 90% dari mereka yang ditangkap itu merasakan interogasi serta  penyiksaan mental dan fisik. Umumnya proses penangkapan mereka diambil langsung dari rumah-rumah  mereka.

Israel telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak dan semua hukum internasional dengan membuat anak-anak memiliki pengalaman traumatis. Para menteri Israel sebelumnya mengatakan bahwa anak-anak Palestina tidak memiliki kekebalan hukum.

Beberapa organisasi HAM dunia melancarkan kampanye sebagai aksi solidaritas terhadap anak-anak Palestina dengan menyebarkan testimonial para korban.  Tapi ini tidak cukup, dan perlu mengambil langkah nyata untuk dapat menolong mereka.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply