SELAMA JANUARI 2013 : ISRAEL TANGKAP 350 WARGA PALESTINA

Jalur Gaza, 21 Rabiul Awal 1434/2 Februari 2013 (MINA) – Pusat Studi Tawanan dan Hak Asasi Manusia Ahrar melaporkan, pasukan Israel menangkap 350 warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza selama Januari 2013.

“15 tawanan berasal dari Jalur Gaza, mayoritas adalah nelayan, sedangkan 92 tawanan berasal dari Al-Quds (Yerusalem) dan 243 tawanan lainnya tersebar di wilayah Tepi Barat,” kata Fou’ad al-Khaffash, pemimpin Ahrar.

Menurut laporan bulanan Ahrar yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu pagi (2/1), Tawanan yang tersebar di wilayah Tepi Barat terdiri dari 82 berasal dari Hebron, 44 dari Jenin, 36 dari Betlehem, 35 dari Nablus, 15 dari Ramallah, 14 dari Tobas, 6 dari Qalqilia dan Tulkarem serta 5 dari Salfeet.

Laporan tersebut menyatakan, delapan warga Palestina ditangkap di pos pemeriksaan Israel di Tepi Barat dan seorang warga ditangkap di perbatasan Eretz antara Jalur Gaza dan wilayah Palestina yang dijajah. Seorang warga Palestina ditangkap penjajah Israe di perbatasan Eretz teridentifikasi bernama Rafiq Abu Harbid (34 tahun ) yang berasal dari Tepi Barat sedang mencari pelayanan kesehatan.

Menurut laporan itu, Hassan Torabi (22 tahun) yang sedang menderita kanker selama 10 tahun, juga ditangkap penjajah Israel di salah satu perbatasan di Tepi Barat, dalam perjalanan menuju Yordania untuk mencari pelayanan kesehatan.

“Laporan ini bukan jumlah statistik lengkap kasus penangkapan karena kadang-kadang warga yang tinggal hanya beberapa hari di penjara-penjara penjajah Israel tidak dilaporkan secara resmi,“ kata Al-Khaffash.

Jumlah itu juga tidak termasuk aktivis yang ditahan setelah militer menyerang dan mencoba menghapus desa Bab Al Shams didirikan oleh para aktivis Palestina dan internasional di tanah Palestina yang disita secara ilegal oleh penjajah Israel untuk kegiatan pembangunan permukiman di Al-Quds Timur.

Dia juga menyerukan media massa dan organisasi hak asasi manusia untuk menyoroti aksi penangkapan Israel terhadap warga Palestina dan “penghinaan” terus menerus atas hak-hak warga Palestina yang ditangkap. Al-Khaffash mengatakan, penjajah Israel telah menunjukan prosedur brutal saat warga Palestina diculik dari keluarga mereka.

“Ketika Israel tidak menemukan bukti terhadap tawanan, mereka menempatkan dia di bawah penawanan administratif untuk waktu yang tidak terbatas,” tambah Al-Khaffash, juga seorang mantan tawanan yang menggambarkan penderitaan para tawanan di dalam penjara-penjara penjajah Israel.

Beberapa warga Palestina yang diculik meliputi mantan tawanan politik yang sebelumnya menghabiskan beberapa tahun di penjara-penjara Israel.

Asosiasi Tawanan dan Hak Asasi Manusia (Prisoner Support and Human Rights Association) ADDAMEER melaporkan total tawanan warga Palestina yang kini berada di penjara-penjara penjajah Israel berjumlah 4.743 tawanan.

Tujuh Warga Palestina Terbunuh
Sementara itu, sebuah laporan yang disusun dan diterbitkan oleh Yayasan Solidaritas Internasional untuk Hak Asasi Manusia (International Solidarity Foundation for Human Rights) mengungkapkan, tentara Israel telah menembak dan menewaskan tujuh warga Palestina selama bulan Januari 2013.

Yayasan itu mengatakan, empat warga Palestina terdiri dari dua bocah, seorang pemuda dan seorang pemudi, meninggal akibat tembakan yang dilepaskan penjajah Israel di Tepi Barat, tiga warga Palestina lainnya, termasuk satu bocah terbunuh di Jalur Gaza.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply