SURIAH PERINGATKAN ISRAEL HENTIKAN SERANGAN UDARA

Damaskus, 20 Rabiul Awal 1434/1 Februari 2013 (MINA) – Suriah memperingatkan Israel dan siapapun yang mendukung mereka di Dewan Keamanan PBB akan dampak lanjutan setelah serangan udara Israel terhadap pusat penelitian militer Suriah.

“Israel dan orang-orang yang melindunginya di Dewan Keamanan bertanggung jawab penuh atas dampak dari agresi ini,” kata Kementerian Luar Negeri Suriah, Kamis (31/1) dalam surat protes mereka kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suriah melapor kepada PBB tentang serangan udara Israel ke wilayah mereka. Dalam surat itu, Suriah juga menekankan perihal tentang “hak untuk membela diri dan kedaulatan wilayahnya”.

Menurut pernyataan Angkatan Darat Suriah, jet tempur Israel telah melanggar wilayah udara Suriah pada Rabu dini hari dan melakukan serangan langsung pada pusat penelitian ilmiah di Jamraya.Dua orang tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Duta Besar Suriah untuk Lebanon, Ali Abdul Karim Ali juga mengatakan pada Kamis bahwa negaranya memiliki kemampuan menanggapi serangan Israel. Ia mengatakan, Damaskus bisa saja mengambil keputusan mengejutkan dalam menanggapi agresi dari pesawat tempur Israel tersebut.

“Suriah mampu mempertahankan kedaulatan dan tanah airnya,” kata Ali.

Sebuah pernyataan dari PBB mengatakan, “Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon menyatakan prihatin terhadap serangan udara Israel di Suriah”. PBB meminta pihak terkait untuk menghentikan ketegangan atau serangan mereka di wilayah tersebut.

Damaskus mengutuk serangan itu dengan menyebutnya sebagai pelanggaran dari Perjanjian 1974.

Suriah saat ini sedang diincar kestabilan dalam negeri mereka dengan perang saudara yang belum juga berhenti sejak pertengahan Maret 2011 lalu. Banyak pengamat menyebutkan, serangan Israel ini merupakan tindak lanjut karena pemerintah Suriah saat ini yang dipimpin oleh Presiden Bashar Assad belum juga tumbang.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply