SYEIKH ALLAM MUFTI BESAR BARU MESIR

Kairo, 2 Rabiul Akhir 1434/12 Februari 2013 (MINA) – Syeikh Syawqi Ibrahim Abdul Karim Allam (55) terpilih sebagai mufti besar Mesir baru melalui pemungutan suara Ulama Senior Al-Azhar, seperti diberitakan Al-Ahram Online, Selasa (12/2).

Kewenangan untuk memilih mufti besar dipimpin langsung Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al-Tayib.

Ini adalah pertama kalinya mufti besar Mesir dipilih melalui pemungutan suara. Sebelumnya selalu ditunjuk oleh presiden.

Dany Noveri Al-Faiz, koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Kairo melaporkan,  Presiden Muhammad Mursi akan menyetujui keputusan tersebut. Setelah itu Syeikh Allam resmi mengambil peran sebagai mufti Negara Mesir, 

Dia menggantikan mufti sebelumnya, Ali Jum’ah, yang pensiun Maret mendatang dalam usia 61 tahun. Jum’ah menjadi mufti besar Mesir sejak 2003. Masa jabatannya diperpanjang satu tahun pada tahun 2012 oleh dewan militer yang berkuasa saat itu.

Awal bulan ini, Presiden Mursi menolak permintaan Al-Azhar untuk memperpanjang masa jabatan Ali Jum’ah.

Pemungutan suara dilaksanakan setelah tiga finalis dipilih dalam sidang tertutup yang diadakan ulama senior Al-Azhar. Selanjutnya, satu nama akan diajukan kepada presiden disahkan.

Kandidat lain yang ikut diseleksi yaitu Syeikh Saad Eldin El-Hilali, Kepala Yurisprudensi Perbandingan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Azhar. Syeikh Abdel Rahman El-Bar, Dekan Fakultas Teologi Universitas Al-Azhar, dan Syeikh Abdel Fattah Idris, profesor fikih Perbandingan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Azhar.

Tokoh ulama lainnya yang ikut dicalonkan adalah Syeikh Abbas Abdullah Shoman, Kepala Departemen Syariah Islam Universitas Al-Azhar, dan Mohamed Abu Hashem, profesor di Fakultas Teologi Universitas Al-Azhar.

“Ini suatu kehormatan telah dipilih oleh Otoritas Ulama Senior Al-Azhar. Saya berharap dapat memenuhi kepercayaan masyarakat terhadap saya dan saya berharap pada Allah bahwa saya cocok berada pada posisi itu,” ujar Syeikh Allam.

Dia mengatakan, tetap sebagai kepala fikih Islam dan Hukum Syariah di Universitas Al-Azhar, Cabang Tanta, sampai Presiden Mursi resmi menyetujui pengangkatannya.

Syeikh Allam, lahir di wilayah Beheira, provinsi Delta Nil. Ia menerima gelar doctor tahun 1996 dari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Azhar. Bukunya yang terkenal menyangkut takdir jenis kelamin janin dan legalitas sesuai dengan hukum Islam. Ia juga menulis buku hak-hak politik perempuan muslim.

Menurut peraturan Al-Azhar, Mufti besar Mesir yang baru harus berada di bawah usia 60 tahun.

Calon Mufti besar juga harus telah bekerja terus-menerus untuk agama setelah studinya selesai, serta menjadi seorang sarjana fikih dan hukum syariah. Dia juga harus fasih dalam bahasa kedua selain bahasa Arab.

Syeikh Syawqi Ibrahim Abdul Karim Allam menjadi mufti besar Mesir ke-19, setelah  delapan belas orang sebelumnya sejak 1895. 

Tugas Mufti Besar

Mufti Besar atau Mufti ‘Aam (Bahasa Arab), The Grand Mufti (Bahasa Inggris) adalah pejabat tertinggi hukum agama Islam di negara muslim. Mufti Besar mengeluarkan pendapat hukum, fatwa, atau interpretasi hukum Islam berkaitan dengan masalah yang muncul masyarakat atau untuk membantu hakim agama dalam menentukan kasus tertentu. 

Mufti adalah ulama di suatu negeri muslim yang mengeluarkan pendapat hukum, mulai dilembagakan sejak Daulah Turki Utsmaniyah abad ke-16. Pertengahan abad ke-19 gelar mufti diterapkan di 16 negara muslim, termasuk Mesir. Di Indonesia fatwa ulama dilembagakan dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). (T/K11/P02/R1).

Mi’raj New Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply