TAHANAN MOGOK MAKAN HARUS DIRAWAT

Bethlehem, 13 Rabiul Akhir 1434/23 Februari 2013 (MINA) – Juru Bicara Penjara Israel Sivan Weizman mengatakan, tiga tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan, Tareq Qaadan, Jafar Ezzedine dan Ayman Sharawrna, akhirnya harus dirawat di rumah sakit pada Jum’at (22/2).

Ayman Sharawna, Jaafar Azzidine dan Tareq Qaadan dipindahkan dari penjara Ramle ke rumah sakit di Israel untuk menjalani tes medis, ungkap Sivan kepada Ma’an yang diterima Mi’raj News Agency (MINA).

Azzidine dan Qaadan dibawa ke Assaf Harofeh Medical Center setelah mogok makan selama 87 hari sebagai protes atas penahanan mereka karena tidak adanya tuduhan dari pengadilan.

Sharawna melanjutkan mogok makan pada tanggal 1 Juli 2012, namun berhenti pada 23 Desember setelah yakin akan ada perkembangan dalam kasus ini. Namun kemudian dia memulai kembali mogok makan tersebut pada Januari kemarin.

Seperti Samer Issawi, yang telah mogok makan selama 205 hari, Sharawna kembali ditahan setelah sempat dibebaskan saat pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas pada Oktober 2011 lalu. Pengadilan militer Israel berusaha membatalkan amnesti mereka dan mengembalikan kalimat mereka sebelumnya.

Sharawna dipindahkan ke Soroka University Medical Center, sementara Issawi tetap di klinik penjara Ramle.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply