TAHANAN X DICURIGAI BOCORKAN RAHASIA MOSSAD

 

Canberra, 9 Rabiul Akhir 1434/19 Februari 2013 (MINA) – Media Australia pada Senin (18/2) melaporkan, Ben Zygier, agen Mossad pemegang paspor Australia yang meninggal di penjara Israel pada tahun 2010 diyakini ditangkap karena telah membocorkan rahasia kepada intelijen Australia tentang pekerjaannya sebagai agen mata-mata Israel.

Ben, 34, disebut-sebut telah bertemu petugas dari lembaga mata-mata dalam negeri Australia (Australian Security Intelligence Organisation/ASIO) dan telah memberikan rincian beberapa operasi Mossad.

Kantor Berita Australia, ABC mengatakan Ben melakukan perjalanan ke Australia saat hendak mengajukan permohonan visa kerja ke Italia. Tapi Mossad khawatir ketika mengetahui Ben melakukan kontak dengan agen mata-mata Australia karena takut dia akan menyampaikan informasi tentang operasi besar yang direncanakan untuk Italia.

Ben telah berulang kali berganti nama dan membuat paspor Australia yang baru untuk perjalanan di Timur Tengah dan Eropa dalam rangka pekerjaan sebagai agen Mossad. Kasus yang dirahasiakan secara ketat ini telah menimbulkan pertanyaan di Australia dan Israel tentang pekerjaan Ben.

Anggota parlemen Israel pada Ahad (17/2) telah mengumumkan rencana untuk menyelidiki kematian Zygier yang telah diputuskan oleh hakim bahwa Ben telah melakukan bunuh diri. Sementara itu Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, telah memulai penyelidikan penanganan kasus ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari yang sama berusaha mengurangi perhatian media pada kasus ini dan mengatakan dia benar-benar percaya terhadap Mossad dan hukum yang berlaku di Israel.

Ben Zygier lahir di Melbourne direkrut agen intelejen Israel, Mossad, dan memiliki nama alias Ben Alon. Sementara Kementerian Luar Negeri Australia mengkonfirmasi, Zygier memiliki paspor Australia dengan nama Ben Allen. 

Ia diketahui menikah dengan seorang wanita Israel dan memiliki dua anak. Mereka tinggal di Ra’anana, sebuah kota di utara Tel Aviv yang memiliki populasi besar imigran dari negara-negara Barat.

Mahkamah Agung Israel menyatakankan bahwa sesuai penyelidikan ekstensif yang dilakukan pemerintah Israel selama lebih dari enam minggu bahwa Zygier mati bunuh diri. Saat itu ia berada di sel setelah divonis penjara selama 18 tahun oleh pengadilan. 

Bagaimanapun, sebelum kasus ini terbongkar, Israel berusaha agar kasus ini tidak diketahui masyarakat internasional.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply