TEPI BARAT BERGEJOLAK PASCA KEMATIAN TAHANAN PALESTINA

Tepi Barat, 15 Rabiul Akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Bentrokan telah meletus di kota-kota Tepi Barat setelah kematian seorang tahanan Palestina Arafat Shalish Shahin Jaradat di penjara penjajah Israel Majedo diumumkan.

Kematian Jaradat telah memicu bentrokan terutama di wilayah Sa’ir, Hebron Utara, tempat kelahiran Jaradat. Bentrokan warga Palestina dengan Pasukan Militer Israel  terjadi di lingkungan Bab Al-Zaweia, Hebron, Ahad (24/2).

Menurut laporan kantor berita AlRay yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Puluhan aksi protes warga Palestina juga terjadi di pusat kota Ramallah dengan menunjukkan kemarahan mereka atas kematian Jaradat itu.

Arafat Shalish Shahin Jaradat, 30 tahun, berasal dari lingkungan Sa’ir, Hebron utara. Jaradat ditangkap pada tanggal 18 Februari 2013 karena dicurigai terlibat dalam aksi pelemparan batu pada tentara panjajah Israel. Para pejabat Israel menuduh seorang ayah dari dua anak itu, meninggal karena serangan jantung di penjara penjajah Israel Majedo, Sabtu malam (23/2).

Segera setelah kematiannya, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan menurut sumber dari penjara Israel mengatakan, tahanan meninggal akibat serangan jantung dan paramedis gagal untuk mencoba menyadarkannya.

Setelah mendengar tentang kematian Jaradat, rakyat Palestina di kota-kota Tepi Barat turun ke jalan mengadakan aksi protes. Pasukan penjajah Israel telah berada dalam siaga tinggi.

Bentrokan sengit meletus dengan pasukan penjajah Israel yang mencoba untuk menutup pos pemeriksaan keamanan antara kota-kota Palestina.

Seorang warga Palestina yang melakukan demonstrasi mendukung hak-hak tahanan di penjara-penjara Israel, Ferwaneh mengatakan, Jaradat telah mengalami penyiksaan berat atas tuduhan mengambil bagian dalam ‘kegiatan anti penjajahan Israel’.

“Bahkan penjajah Israel melakukan perlakuan buruk saat Jaradat sedang menderita sakit dengan menolak memberikan perawatan medis yang tepat baginya,” kata Ferwaneh seperti dilansir Midlle East Monitor (MEMO) London.

Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyalahkan kematian Jaradat yang merupakan bentuk penganiayaan penjajah Israel terhadap tahanan Palestina di penjara tersebut.

Anggota biro politik Hamas, Izzat Al Reshq, mengatakan, penjajah Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas kematian Jaradat. “Dia meninggal akibat penganiayaan dan penyiksaan berat yang dilakukan oleh penjajah Israel,” kata Al Reshq.

Menurut Ferwaneh, dengan kematian Jaradat, jumlah korban rakyat Palestina yang meninggal di penjara-penjara Israel kini telah mencapai 203 jiwa. Ferwaneh melaporkan, 71 tahanan Palestinan meninggal akibat penyiksaan berat, 51 meninggal akibat perawatan medis buruk atau resep obat yang salah, 74 menjadi korban pembunuhan dan tujuh tahanan ditembak mati di dalam sel mereka. Tujuh tahanan telah meninggal di penjara penjajah Israel Majeddo.

Mogok makan massal tahanan Palestina

Selain bentrokan yang meletus di kota-kota Tepi Barat, Ribuan tahanan Palestina telah melancarkan serangan satu hari aksi mogok makan masal sebagai aksi protes atas kematian Jaradat.

“Sekitar 3.000 tahanan mengumumkan mereka akan menolak makanan yang diberikan di penjara,” kata juru bicara Pelayanan Penjara Israel Sivan Weizman seperti dilansir AlResalah.

Lebih dari 4.500 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, banyak dari mereka tanpa tuduhan atau pengadilan. Empat dari para tahanan – Ayman Sharawneh, Samir al-Issawi, Jafar Izzudin, dan Qa’dan Tariq – telah melakukan aksi mogok makan selama berbulan-bulan.

Serukan penyelidikan internasional

Sementara itu, Menteri Otoritas Palestina Urusan Tahanan Issa Qaraqea menyerukan dilakukannya penyelidikan internasional atas kematian tahanan Palestina tersebut.

Senada dengan itu, keluarga Jaradat menuntut untuk membentuk Komite Penyelidikan internasional yang dihimpun dari Organisasi Kesehatan Dunia, Komite Internasional Palang Merah dan Departemen Tahanan untuk melakukan otopsi pada tubuh Arafat Jaradat.

“Pemerintah Israel mempunyai tanggung jawab total atas kematian saudara saya” kata Sa’ad Jaradat, saudara Arafat Jaradat.

“Arafat dalam keadaan sehat sebelum ia ditangkap pada tanggal 18 Februari 2013” kata Mousa Jaradat, paman  Arafat Jaradat.

“Arafat Jaradat langsung dibawa ke Penjara penjajah Israel ‘al-Jalama’ bukannya diambil seperti biasa ke pusat interogasi terdekat. Dia menghabiskan empat hari di al-Jalama dan kemudian dipindahkan ke penjara penjajah Israel ‘Majedo’, di mana tempat ia meninggal “, tambah Mousa. (T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply