TUNISIA RUSUH, 1 TEWAS, 59 LUKA, 375 DITANGKAP

  1.      Tunis, 1 Rabiul Akhir 1434/11 Februari 2013 (MINA) – Kementerian Dalam Negeri Tunisia melaporkan Sabtu (9/2), setidaknya 1 warga Tunisia tewas, 59 lainnya terluka, dan 375 orang ditangkap dalam kerusuhan yang dipicu tewasnya pemimpin oposisi sayap kiri Shokri Belaid.

     Tunisia dilanda kerusuhan setelah Belaid, pemimpin Partai Demokrat Patriot, ditembak di luar rumahnya di ibukota Tunis 6 Februari lalu. Laporan menyebutkan, Belaid ditembak sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor saat ia sedang menuju tempat kerjanya.
     Pembunuhan Belaid itu memicu demonstrasi kekerasan di negara Afrika Utara itu. Markas partai berkuasa Ennahda di lebih dari 12 kota diserang massa.
Kelompok oposisi menuduh Ennahda berada di balik pembunuhan itu. Namun, pemimpin partai Ennahda Rashid Sl-Ghannushi menolak tuduhan itu, bahkan mengutuk tindakan tersebut.
     Setelah kejadian itu, Perdana Menteri Hamadi Jebali mengatakan dalam pidatonya di televisi, Rabu malam (6/2), bahwa ia akan membubarkan kabinet, kemudian membentuk cabinet baru yang terdiri dari teknokrat.
     Namun, pemimpin parlemen Ennahda Sahbi Atig mengatakan, keputusan perdana menteri itu ditolak oleh anggota parlemen.
     “Perdana menteri mengambil keputusan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan partai berkuasa Ennahda,” ujar Atig.
     Kantor berita Tunis Afrique Presse (TAP) melaporkan, demonstrasi besar-besaran terjadi pada saat pemakaman Belaid Jumat (8/2) di sekitar pusat kota Tunis dan El-Jellaz.   Beberapa demonstran yang diduga melakukan aksi penjarahan dan pengrusakan fasilitas umum ditangkap pihak keamanan. Mereka ditangkap setelah terekam melalui kamera      video kepolisian.
     Pengamat politik setempat mengatakan, pembunuhan itu dilakukan untuk memojokkan gerakan Islam di Tunisia yang menguasai parlemen serta untuk menghalangi perumusan konstitusi Negara sesuai syariat Islam.
     Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas perbuatan itu. Ennahda, partai berkuasa di Tunisia menyebutkan, tidak mempunyai keterkaitan dan tidak terlibat apa pun apa pun dengan kematian Belaid. (T/P09/R1).

Miraj News Agency (MINA).

Leave a Reply