ADARA LAUNCHING ‘PALESTINA FOR KIDS’

Jakarta, 24 Rabiul Akhir 1434/6 Maret 2013 (MINA) – Pendiri lembaga Adara Relief International (ARI) Siti Zainab Yusuf Asyari meresmikan launching buku “Palestina for Kids” yang ditulis dengan bahasa anak-anak di Jakarta, Rabu (6/3).

Buku Palestina yang ditulis oleh Sumarti itu diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. Buku ini ditujukan untuk menyampaikan informasi Al-Aqsha dan Palestina kepada anak-anak.

“Penting sekali informasi Palestina disampaikan kepada anak-anak kita. Pendidikan sejak dini akan membentuk karakter pembelaan terhadap Palestina sejak dini,” kata Zainab yang mendirikan ARI bersama Anggota DPR RI Yoyoh Yusroh (alm).

ARI adalah lembaga internasional yang fokus membantu anak-anak dan wanita Palestina.

“Pada saat peperangan terjadi yang sangat dirugikan adalah anak-anak dan wanita. Anak-anak dan wanita sangat rentan dengan segala kondisi,” kata Zainab yang juga Ketua Pengelola Yayasan Karya Bhakti.

“Jangan sampai Palestina dianggap negara lain oleh muslim Indonesia, karena Palestina adalah barometer izzah (harga diri) umat Islam,” tegas Zainab.

Pada kesempatan yang sama, Ketua ARI Maryam Rachmayani mengatakan buku itu akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah Jabodetabek (Jakarta dan sekitarnya). Bulan April ARI akan road show ke kota Padang.

“Kita lebih fokus untuk wanita dan anak-anak Palestina. Betapa pentingnya sosialisasi Palestina bagi umat muslim dunia,” kata Maya, sapaan akrab Maryam.

Maya mengungkapkan bahwa Adara sudah pernah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp. 1,5 miliar dengan datang langsung ke Gaza. Bantuan itu dikhususkan untuk membangun sekolah, isteri-isteri syuhadah dan perlengkapan sekolah anak-anak.

“Keuntungan penjualan buku Palestina for Kids 10% untuk Palestina,” ungkap Sumarti selaku penulis buku.

Sumarti yang seorang penulis aktif mengatakan bahwa buku Palestina for Kids akan dicetak sampai empat jilid. Jilid pertama ini berisi pengenalan tentang masjid Al-Aqsha. Jilid kedua nanti berisi tentang Palestina. Jilid ketiga akan menceritakan perang 22 hari di Gaza pada akhir 2008 awal 2009. Dan jilid terakhir akan menceritakan perang delapan hari  yang terjadi November tahun lalu.

Di akhir acara, kehadiran wartawan Miraj News Agency (MINA)  Muhammad Zayid Muhammad Qaddouro Al-Hafidz asal Gaza menjadi momen penutup yang menarik perhatian semua peserta yang hadir.

“Saya senang sekali, ketika saya datang, langsung melihat spanduk ‘Palestina for Kids’, ini bentuk betapa perhatiannya Indonesia terhadap kondisi Palestina,” kata Qaddouro yang pada perang delapan hari tujuh sahabatnya meninggal karena serang Israel.

Menurut pria hafidz Qur’an ini, ada pertanyaan tentang mengapa banyak sekali orang Indonesia datang ke Jalur Gaza? Kemudian ia tahu bahwa ikatan persaudaraanlah yang mengikat orang-orang Palestina dengan orang-orang Indonesia, katanya.

“Persaudaraan Islamiyah adalah persaudaraan yang paling kuat, bahkan lebih kuat dari persaudaraan sedarah,” tegasnya.

Tentang anak-anak, Qaddouro menekankan penanaman pendidikan yang terbaik untuk anak-anak, terutama di Indonesia. Pendidikan terbaik bermula menanamkan pendidikan Al-Qur’an dan Sunnah di dalam hati-hati anak kita, sehingga kecintaan mereka terhadap Islam, Al-Qur’an dan Sunnah kelak akan menumbuhkan kecintaan kepada persaudaraan kita di palestina. (T/P09)

Miraj News Agency (MINA).

 

Leave a Reply