MUI HARUS BERKOMPETEN DIBIDANG LEBEL HALAL

Bogor, 7 Jumadil Awal 1434/19 Maret 2013 (MINA) – Perdagangan halal dunia sekarang terus berkembang, dan konsumsi produk pangan halal tidak hanya dikonsumsi oleh kaum muslimin, tetapi juga oleh seluruh masyarakat, “Halal product is not only for Muslim consumption but for human consumptions”. Artinya perdagangan halal semakin besar dan berpotensi mempunyai pasar besar, demikian informasi yang diperoleh MINA dari situs MUI. 

Dari kondisi tersebut di atas, menurut Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, pada pembukan pelatihan kompentensi Auditor Halal Internal (AHI) di Universitas Djuanda, Rabu, (13/3), mengatakan, “Kebanyakan perusahan tidak hanya melihat halal sebagai sertifikast semata, namun sudah menjadi aktivitas sehari-hari, sehingga mendorong perubahan pola pikir tata cara produksi menjadi “Halal Food is Quality Food’ yang sudah lumrah terjadi sekarang ini, sehingga kebutuhan SDM dibidang halal sangat dibutuhkan khususnya AHI. Ujar Hakim  

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 13-15 Maret diikuti oleh peserta yang sangat antusias, lebih dari lima puluh orang mengikuti pelatihan yang pertama kali diadakan di Fakultas Imu makanan Halal tersebut, mereka berasal dari calon mahasiswa, para alumni dan para dosen muda di perguruan tinggi tersebut, ujar hakim.

Ia menambahkan, kebutuhan AHI pada suatu perusahaan di mulai dari kinerja manajemen sampai kebawah. Sementara itu, Unida yang mempunyai Fakultas Ilmu Pangan Halal harus mempunyai lulusan yang berkompeten dalam upaya menjawab peluang tersebut.

Urgensi lulusan Fakultas Ilmu Pangan Halal adalah mempunyai kompetensi sebagai AHI. Sementara itu, Wakil Rektor III, Ir. Himmanul Miftah, berpandangan kegiatan tersebut, merupakan sebagai langkah nyata visi Fakultas Ilmu Pangan Halal dalam  memberikan ketenteraman rohani bagi umat Islam melalui pengembangan IPTEK bidang Pangan Halal.   

Ketua Pelaksana Pelatihan, Ir. Mira Suprayatmi, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan  tersebut merupakan  membekali para lulusan agar dapat mempunyai kompetensi unggulan yang berbeda dengan bidang pangan pada umumnya, yaitu kompetensi sebagai auditor halal internal.

“Untuk para alumni Fakultas Ilmu Pangan Halal yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan ini, diharapkan dapat  menunjang di dunia kerja sebagai Auditor Halal Internal suatu perusahaan,” tambahnya.            

Salah seorang alumni, Agus Laksito yang berprofesi sebagai seorang konsultan bidang Safety and Health Environment di Kalimantan Timur mempunyai harapan bahwa “pelatihan ini bisa dijadikan pedoman dalam dunia kerja, khususnya di bidang keamanan pangan pada proses sertifikasi halal”, ujar Agus.            

Pada pelatihan ini dibahas secara lengkap mengenai Sistem Jaminan Halal (SJH), mulai dari teori sampai pada praktek pembuatannya, serta pelatihan Sertifikasi Halal Online (Cerol-SS23000) yang disampaikan oleh para Trainer dari MUI, diantaranya : Ir. Hendra Utama, Prof. Dr. Ir. H. Khaswar Syamsu, M.Sc, dan yang lainnya. (T/P012/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply