AKTIVIS ANTI DRONE GELAR AKSI PROTES

New York, 17 Jumadil Awal/28 Maret 2013 (MINA) – Sekelompok aktivis AS berencana untuk mengadakan serangkaian aksi protes pada April mendatang untuk meluncurkan pemberontakan publik di seluruh negeri terhadap kebijakan drone (pesawat tanpa awak) mematikan milik pemerintah AS.

Protes yang direncanakan diberi nama ‘Hari Aksi April’, akan dimulai pada 3 April 2013 dengan melakukan aksi damai di kota New York dan menyebar menyeluruh secara nasional.

Menurut Press TV yang dipantau oleh MINA, para aktivis anti-drone berencana menggelar aksi protes di dekat pangkalan militer, universitas, dan perusahaan yang terlibat dalam kebijakan Presiden Barack Obama dalam target pembunuhan.

“Ada sejumlah keraguan masyarakat tentang serangan pesawat tak berawak di negara lain. Ada kekhawatiran bahwa orang-orang tak berdosa tewas dan musuh dari Amerika Serikat sedang dibuat,” kata Nick Mottern, pendiri Know Drones, sebuah organisasi pendidikan yang membantu mengkoordinasikan aksi protes.

Kota-kota yang ditargetkan oleh kampanye anti-drone itu mencakup kota Washington DC, Atlanta, Philadelphia, Honolulu, San Francisco, Sacramento, Minneapolis, Des Moines, dan wilayah lainnya.

“Tidak ada pertanyaan bahwa aksi April nanti akan menunjukkan tingkat kebebasan aktivisme dan anti-perang yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir,” kata Medea Benjamin, pendiri kelompok veteran anti-perang Code Pink, sebuah kelompok yang bertujuan membela kebenaran dan keadilan sosial, mereka bekerja untuk mengakhiri perang AS dan penjajahan di seluruh dunia.

Para pejabat AS menolak untuk membahas rincian dari program rahasia dan korban tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang masih menjadi misteri.

Menurut Biro Jurnalisme Investigatif yang berpusat di London, di Pakistan saja 366 serangan drone telah menewaskan 3581 orang, sekitar 884 korban adalah warga sipil tak berdosa.

Washington menggunakan drone untuk melakukan pembunuhan di beberapa negara, mereka mengklaim bahwa mereka sedang menargetkan “teroris.” Namun, menurut para saksi mata sebagian besar serangan menyebabkan jatuhnya korban sipil yang besar. (T/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply