AKTIVIS MAHASISWA PALESTINA AJAK BERSATU HENTIKAN ISRAEL

Banten, 12 Jumadil Awwal 1434/24 Maret 2013 (MINA) – Muhammad Ziyad Qaddoura (23), aktivis mahasiswa Universitas Al-Aqsa Palestina mengajak umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia untuk bersatu menghentikan agresi Zionis Israel terhadap Palestina yang sudah berlangsung puluhan tahun.

“Al-Quran menyeru kita untuk bersatu, sebagaimana firman Allah di dalam Surah Ali Imran 103 dan Al-Hujurat 10. Maka jika kita bersatu, akan tumbuh kekuatan,” ujar pemuda kelahiran Gaza sambil membaca ayat-ayat tersebut, pada Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Banten di Masjid Al-Hasanah, Banten, Jawa Barat, Ahad (24/3).

Dalam tabligh bertema “Wujudkan Ukhuwah Islamiyah Bebaskan Masjid Al-Aqsha dari Cengkeraman Zionis Israel”, Qaddoura mengungkapkan, Indonesia walaupun jauh secara fisik dari bumi Palestina, namun secara akidah terasa dekat, mengingat tingginya semangat solidaritas membela saudara-saudaranya di Palestina.

“Ini menunjukkan adanya ukhuwah islamiyah, ikatan persaudaraan berdasarkan panggilan iman, bukan karena hubungan kekerabatan,” kata pengajar tahsin dan tajwid yang hafidz Al-Quran sejak usia 17 tahun.

Umat Islam dengan jumlah dan berbagai potensinya di berbagai belahan dunia, sebenarnya memiliki potensi yang cukup untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Namun sayangnya, masih banyak yang hanya memikirkan diri dan kalangannya saja, kurang memikirkan saudaranya yang terjajah di tempat lain.

“Masih banyak yang berpikir sendiri-sendiri, urusan sendiri atur sendiri, urusan orang lain urus juga masing-masing. Sehingga beginilah, urusan Masjid Al-Aqsha hak milik umat Islam, kiblat pertama, kurang terperhatikan,” katanya, dalam kunjungannya ke Indonesia.

Menurutnya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk berjihad membebaskan Al-Aqsha dan Palestina, antara lain dengan senjata digaris depan perjuangan, berziarah ke Al-Aqsha, memberikan bantuan doa dan dana, membangun rumah sakit, memberikan beasiswa, mendidik generasi yang cinta Al-Quran dan Al-Aqsha, hingga mewujudkan persaudaraan islam yang rahmatan lil alamin.   

“Semua potensi umat itu disatukan dalam satu kepemimpinan sebagaimana sang pembebas Al-Aqsha terdahulu, Khalifah Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi,” tandasnya.

Sebagaimana Khalifah Umar dan Shalahuddin, yang bukan orang Palestina, kepemimpinan pembebas Al-Aqsha selanjutnya juga sangat mungkin berasal dari luar Palestina, khususnya dari Indonesia, sebagai mayoritas umat Islam terbesar di dunia, lanjutnya.

Tampil sebagai pembicara lain, Ali Farkhan Tsani (Redaktur Kantor Berita Islam MINA) tentang Keutamaan Al-Aqsha Menurut Al-Quran dan Al-Hadits serta Mengungkap Fakta dan Data Perang Israel-Gaza, Abun Darusman (Relawan Medical Emergency Rescue Committee/Mer-C) tentang Solidaritas Umat Islam Indonesia terhadap Perjuangan Palestina Melalui Sumbangsih Rumah Sakit, dan Agus Priyono,M.Si. (Waliyul Imaam Jabotabek) tentang Kewajiban Bersatu dalam Satu Al-Jama’ah Bebaskan Al-Aqsha. (L/R1/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply