AKTIVIS PRANCIS TOLAK KUNJUNGAN PERES

Hebron, 29 Rabiul Akhir 1434/10 Maret 2013 (MINA) – Para aktivist Perancis pro-Palestina yang berada di Hebron pada Jumat (8/3) mengadakan demonstrasi menuntut pemerintah Prancis untuk tidak menerima kunjungan resmi Presiden Israel Shimon Peres ke ibukota Perancis.

Seorang aktivis asal Prancis bernama Ibrahim Burnat menyampaikan orasinya pada saat demo tersebut. Dia menggambarkan bahwa jika pemerintah Prancis menerima kunjungan Presiden Peres, maka  itu artinya Prancis menghianati nilai-nilai kebebasan dan kemanusiaan yang selama ini menjadi jargon rakyat Prancis.

“Mereka yang akan menjamu seseorang yang ditangannya penuh dengan lumuran darah rakyat Palestina” kata Burnat yang dikutip oleh maan seperti diterima Mi’raj News Agency (MINA).

“ Kami para aktivis kemanusiaan mengecam setiap pemimpin negara yang tidak peduli penjajahan di muka bumi. Israel dengan terang-terangan membantai rakyat Palestina setiap hari. Hal itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa dimaafkan,” tambahnya.

Para demonstran juga mendesak pemerintah Prancis untuk memboikot setiap kunjungan dan kerjasama dengan bangsa yang melakukan kejahatan kemanusiaan seperti Israel.

Mereka berteriak melalui pengeras suara menuntut Presiden Prancis Francois Hollande untuk tidak berpihak kepada penjajah. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang mendukung rakyat Palestina, terutama kepada mereka yang sedang melakukan aksi mogok makan.

Saat ini terdapat ratusan aktivis asal Prancis yang berada di Palestina. Mereka memasuki Palestina lewat Mesir dan Gaza. Meskipun prosesnya tidaklah mudah, namun hal itu tidak menyurutkan semangant mereka untuk menolong rakyat Palestina yang tertindas.

Pada bulan Desember 2012 lalu. Ratusan aktivis Prancis datang ke Palestina dengan membawa bantuan makanan, pakaian dan medis. Mereka masuk melalui perbatasan Palestina di pintu Rafah.  

“Saya sangat senang bisa sampai di Palestina. Ini adalah pertama kali kami masuk ke negara yang masih berada dalam penjajahan,” kata Olivia Zemor, seorang aktivis Prancis di Palestina.

“Israel tentu saja tidak pernah menginginkan kami berada disini karena kami menjalin solidaritas dengan warga Palestina. Kami aktif mendukung Palestina, membantu para tahanan dan memboikot barang –barang Israel dan menuntut kemerdekaan Palestina,” kata Zemor. (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply