AL ISSAWI: INGGRIS HARUS JATUHKAN SANKSI KE ISRAEL

London, 24 Rabiul Akhir 1434/6 Maret 2013 (MINA) – Seorang tahanan Palestina Samer Al-Issawi telah meminta pemerintah Inggris untuk memaksa rezim Israel meninggalkan praktik kontroversial penahanan administratif.

Menulis pada sebuah komentar di koran The Guardian, Issawi mengatakan pemerintah Inggris harus memberlakukan sanksi terhadap Israel “sampai pendudukan berakhir, mengakui hak-hak Palestina dan membebaskan semua tahanan politik Palestina”.

Mengacu pada tanggung jawab Inggris pada sejarah rakyat Palestina, “Israel tidak akan berani melanjutkan penindasan terhadap rakyat Palestina tanpa dukungan dari pemerintah Barat.”

Seperti dikutip dari PressTV, Pria 33 tahun Palestina itu telah menolak makanan lebih dari 210 hari sebagai protes atas penahanannya di pusat penahanan Israel, dia mengaku bahwa kematiannya akan menjadi kemenangan bagi penolakan untuk menyerah pada penjajahan rezim, tirani dan kesombongan.

Issawi ditangkap pada Juli 2012 hanya beberapa bulan setelah dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas.

Lebih dari 4.500 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, banyak dari mereka dipenjara karena dituduh dan tanpa proses peradilan.

Sebelumnya pada bulan Februari, Palestinian Return Center (PRC) organisasi meluncurkan sebuah kampanye internasional yang bertujuan untuk mengumpulkan satu juta tanda tangan meminta Inggris untuk meminta maaf kepada rakyat Palestina karena “kekejaman masa lalu” dimulai dari Deklarasi Balfour dan untuk pelanggaran hak asasi manusia yang diderita oleh warga Palestina di bawah mandat Inggris.(T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply