AL-QAIDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS SERANGAN DI IRAK

Baghdad, 8 Jumadil Awal 1434/20 Maret 2013 (MINA) – Sebuah kelompok militan al-Qaida di Irak, Rabu mengaku bertanggung jawab atas pemboman di Irak tengah pada Selasa (19/3), yang menewaskan 60 orang, Xinhua melaporkan yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Sebuah pernyataan on-line dari kelompok Negara Islam Irak mengatakan “Apa yang Anda terima pada Selasa hanya tahap awal, atas kehendak Allah akan diikuti oleh pembalasan dendam atas mereka yang Anda eksekusi.”

Pernyataan itu juga mengatakan serangan Selasa (18/3) merupakan respon janji terhadap Menteri Kehakiman Hassan al-Shammari untuk mempercepat eksekusi teroris setelah gedung kantornya diserang Kamis.

“Menteri Kehakiman pemerintah Safawi mengatakan ia akan berusaha untuk mempercepat eksekusi untuk para tahanan Sunni,” kata pernyataan itu.  Safawi mengacu pada dinasti Iran (1499 – 1736) yang didirikan Islam Syiah di Iran sebagai agama negara dan sering melawan dunia Islam Sunni.

Pada Selasa, serangan bom mematikan melanda wilayah Syiah di ibukota Irak Baghdad dan kota-kota terdekat yang menewaskan 60 orang dan melukai lebih dari 200 orang.

Menurut koran Guardian serangan ini bermotif bunuh diri, terjadi untuk memperingati ulang tahun ke-10 dari invasi pimpinan AS yang menggulingkan Saddam Hussein. Kekerasan masih terjadi di Irak hampir empat bulan setelah pemilihan parlemen yang diharapkan membangun kembali negara yang dilanda perang. 

Islam Sunni melihat pemerintah pimpinan Syiah Irak sebagai penindas minoritas Sunni di negara itu dan target Syiah untuk mencoba memprovokasi konfrontasi sektarian seperti pembantaian antar-komunal yang menewaskan ribuan orang di 2006-2007.

Persaingan Irak sektarian dan politik masih buruk dan pembagian kekuasaan pemerintahannya dibagi antara Syiah, Sunni dan Kurdi, tapi dilumpuhkan akibat perselisihan selama lebih dari setahun.

Konflik di Suriah terjadi akibat mencampur adukkan Irak yang bergejolak, mengekspos negara untuk persaingan antara Turki, dimana oposisi Sunni melawan Presiden Bashar al-Assad, dan Iran yang mensponsori dirinya.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply