AMERIKA SERAHKAN PENJARA BAGRAM KE AFGHANISTAN

Kabul, 15 Jumadil Awal/26 Maret 2013 (MINA) – Afghanistan telah mengambil kontrol penuh dari penjara Bagram dari militer AS setelah lebih dari satu dekade perang berkecamuk di Afghanistan.

Penyerahan terjadi pada Senin mengikuti kesepakatan yang dicapai setelah seminggu mengadakan negosiasi antara pejabat AS dan Afghanistan, yang meliputi jaminan bahwa tahanan yang “menimbulkan bahaya” untuk Afghanistan dan pasukan internasional akan terus ditahan dibawah hukum Afghanistan.

Seperti dilansir dari Aljazeera, Langkah itu muncul setelah John Kerry tiba di Kabul dalam perjalanan yang sengaja membuat kejutan, Kerry mengadakan konferensi pers dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dimana dia mengatakan bahwa kedua pemerintah itu ada “pada kesepakatan yang sama” ketika berunding pembicaraan damai dengan Taliban.

Sebelumnya, Chuck Hagel, menteri pertahanan AS, berbicara dengan Karzai melalui telepon tentang fasilitas penahanan, yang terletak di sebelah lapangan udara Bagram.

“Menteri Pertahanan menyambut baik komitmen Presiden Karzai bahwa pemindahan akan dilakukan dengan cara menjamin keamanan rakyat Afghanistan dan pasukan koalisi dengan menjaga individu yang dianggap berbahaya ditahan dengan cara yang aman dan manusiawi sesuai dengan hukum Afghanistan,” juru bicara Pentagon, George Little mengatakan dalam sebuah pernyataan.

AS tahun lalu sepakat untuk menyerahkan tanggung jawab kepada Afghanistan atas 3.000 tahanan di penjara Afghan dan mengadakan upacara pemindahan pada bulan September. Tentara AS tetap mengawasi penjara, namun tetap mengendalikan daerah sekitarnya.

Sebuah upacara resmi memindahkan tahanan terakhir ke Afghanistan gagal pada menit terakhir pada dua minggu yang lalu ketika Jenderal Joseph Dunford, kepala pasukan internasional di Afghanistan, menyebutnya ‘gagal’ setelah Karzai menolak bagian dari kesepakatan pemindahan.

Kegagalan itu memprovokasi amarah dari Karzai dan memalukan kedua belah pihak sebagaimana Hagel mulai kunjungan resmi pertamanya ke negara itu sebagai menteri pertahanan.

Pemerintah Afghanistan menyuarakan keprihatinan tentang menahan tersangka yang ada dalam tahanan yang tidak pernah menghadapi tuntutan formal di pengadilan. Sekitar tiga lusin tahanan non-Afghanistan, termasuk Pakistan dan negara lainnya, akan tetap berada di tangan AS di bawah perjanjian yang baru. Jumlah pasti dan kewarganegaraan dari semua tahanan di pangkalan belum pernah dipublikasikan.

Setelah serah terima pada hari Senin, fasilitas ini berganti nama menjadi “Afghan National Detention Facility di Parwan, dan militer AS mengatakan akan memberikan tentara Afghanistan uang senilai $39 juta dalam pendanaan.(T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply