AMERIKA TAMBAH PENJARA BARU DI GUANTANAMO

Guantanamo, Kuba, 11 Jumadil Awal/23 Maret 2013 (MINA) – Komando pasukan militer AS bagian selatan telah meminta uang sejumlah $ 49 juta untuk membangun penjara baru di Guantanamo, Kuba, guna membangun bangunan baru bagi para narapidana ‘khusus’.

Hal tersebut diperkirakan membebani tagihan wajib pajak potensial menjadi senilai $195.700.000 karena untuk meng-upgrade fasilitas yang kian memburuk kata militer pada hari Kamis (21/3).

Menurut laporan PressTv yang  dipantau oleh MINA, harga seluruh pembangunan itu secara signifikan lebih tinggi dari perkiraan sebesar $150 juta menjadi $170 juta yang Jenderal John F. Kelly, komandan Southcom, memberikan keterangan di Kongres pada hari Rabu.

Fasilitas bagi tahanan khusus tidak termasuk dalam daftar proyek-proyek konstruksi yang diminta, kabar ini dirilis oleh Southcom pada Rabu ketika wartawan meminta rincian.

Letnan Ron Flanders dari Angkatan Laut, seorang juru bicara Southcom, mengatakan versi pertama dari daftar untuk wartawan tidak termasuk fasilitas tahanan khusus, karena tidak jelas apakah berita itu merupakan informasi bagi publik.

Daftar lainnya termasuk $99 juta  untuk dua fasilitas Barak, $12 juta untuk sebuah aula baru, Dan untuk medis serta sarana komunikasi yang tersebar di sekitar kamp-kamp penahanan utama. Semua proyek tersebut telah ditandatangani oleh Kelly pada akhir bulan ini dan telah diteruskan ke Pentagon, di mana sedang ditinjau oleh pejabat anggaran di kantor Chuck Hagel.

Fakta & Angka

Pendahulu Obama yakni George W Bush menyiapkan penjara setelah serangan 11 September 2001. Banyak tahanan telah ditahan di sana selama bertahun-tahun tanpa diadili melalui proses hukum.

Lebih dari empat tahun lalu, Presiden Obama berjanji untuk menutup penjara Guantanamo, ia mengakui bahwa penjara itu melambangkan pelanggaran pemerintah AS terhadap hak asasi manusia.” Tidak hanya Presiden Obama gagal untuk menutupnya, ia telah melakukan dua pelanggaran dasar hak asasi manusia yang membuat Amerika ternodai yaitu karena: penahanan yang tidak adil dan penahanan tidak tentu.

Pada bulan Januari 2012, ketua hak asasi manusia PBB Navi Pillay mengatakan Amerika Serikat masih mencemoohkan hukum internasional di Teluk Guantanamo dengan menahan individu sewenang-wenang dan tanpa batas. Sebagian besar tahanan Guantanamo telah dipenjara oleh pemerintah AS selama hampir satu dekade tanpa proses persidangan dan tanpa akhir yang jelas.

Seperti dikutip dalam RT.com, Organisasi hak asasi manusia telah melaporkan adanya ratusan percobaan bunuh diri di penjara, setidaknya tujuh di antaranya berhasil. Pada September lalu, seorang tahanan asal Yaman memilih untuk mengakhiri hidupnya setelah menghabiskan lebih dari satu dekade di Guantanamo. Adnan Latif telah dinyatakan tak bersalah dan seharusnya dibebaskan pada masa administrasi Bush dan Obama, namun ia tidak pernah dibebaskan.

Sementara menurut situs Antiwar.com menyebutkan bahwa pengacara untuk tahanan Guantanamo Bay dan pejabat HAM melaporkan lebih dari 100 tahanan terlibat dalam aksi mogok makan, memprotes penganiayaan, dan penyitaan Qur’an. (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply