ANALIS PALESTINA: PENCULIKAN TENTARA STRATEGI TEPAT TEKAN PENJAJAH ISRAEL

Gaza, 27 Rabiul Akhir 1434/9 Maret 2013 (MINA) – Seorang analis politik dan keamanan Palestina, Dr Hani Al-Basous, mengatakan, isu penculikan tentara penjajah Israel oleh gerakan perlawanan Palestina merupakan strategi tepat untuk menekan dan menjadi ancaman besar bagi penjajah Israel.

“Penjajah Israel memungkinkan untuk membayar konsesi yang besar dan dapat mematuhi tuntutan perlawanan itu” kata Al-Basous seperti dikutip media berbasis di Gaza AlResalah yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu (9/3).

Al-Basous mengatakan, menurut pendapatnya, penculikan prajurit penjajah Israel bukan hanya strategi yang baik untuk membebaskan tahanan Palestina saja, juga merupakan langkah untuk memberikan tekanan pada tingkat politik yang akan memaksa penjajah Israel untuk membuat banyak konsesi.

Dua pekan lalu, pemimpin senior Hamas Salah al-Bardawil mendesak para pejuang yang berpartisipasi dalam aksi turun ke jalan untuk memprotes kematian seorang tahanan Palestina dalam penjara penjajah Israel untuk menculik tentara penjajah Israel.

Hamas menyelenggarakan dua aksi protes damai besar di wilayah Khan Younis dan Rafah di sebelah selatan Jalur Gaza untuk memprotes kematian seorang tahanan Palestina berusia 30 tahun ‘Arafat Jaradat’ di penjara penjajah Israel ‘Mejiddo’.

Para pejabat Palestina mengatakan dalam hasil otopsi yang dilakukan di daerah Palestinan yang dijajah Israel menunjukkan Jaradat meninggal karena penyiksaan kejam.

Menjadi pembicara dalam aksi protes damai di Khan Younis, al-Bardawil mendesak gerakan-gerakan perlawanan untuk menculik tentara penjajah Israel. Penculikan seorang tentara penjajah Israel Gilad Shalit menyebabkan bebasnya lebih dari 1.000 warga Palestina pada tahun 2011 dalam sebuah kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan penjajah Israel.

Penjajah Israel menahan kembali beberapa tahanan yang telah diberikan amnesti dalam kesepakatan tersebut, termasuk Samir Al-Issawi dan Ayman Sharawna yang telah melakukan aksi mogok makan selama lebih dari 200 hari.

Al-Bardawil mendesak Mesir untuk menunjukkan tanggung jawab terhadap pertukaran tahanan yang sebelumnya menjadi mediator di Kairo.

“Sebuah perlawanan (Intifada baru) rakyat Palestina adalah tentang setiap aksi untuk mendukung pembebasan para tahanan,” kata al-Bardawil, mendesak semua warga Palestina untuk bergabung dengan segala kegiatan untuk mendukung pembebasan tahanan Palestina.

Al-Bardawi juga menghimbau kepada Fatah yang dipimpin oleh Otoritas Palestina untuk memboikot segala perundingan publik dan rahasia dengan penjajah Israel sebagai aksi protes atas kematian Jaradat itu. (T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply