ANKARA BANTAH DEPORTASI RATUSAN PENGUNGSI SURIAH

 

 

 

Ankara, 18 Jumadil Awwal 1434/28 Maret 2013 (MINA) – Kementerian Luar Negeri Turki membantah mendeportasi paksa pengungsi Suriah dari kamp di perbatasan setelah bentrokan Rabu (27/3) dengan polisi militer Turki, dan mengatakan sekitar 50-60 telah kembali ke Suriah dengan sukarela.

“Beberapa orang telah kembali sejak tadi malam, jumlahnya mendekati 50 atau 60, dan beberapa mungkin telah terlibat dalam provokasi dari kemarin tapi mereka kembali atas keinginan mereka sendiri,” kata jurubicara kementerian luar negeri Levent Gümrükçü Kamis (27/3) .

Pemberitaan Reuters mengklaim Turki memulangkan kembali ratusan pengungsi ke Suriah setelah bentrokan dengan polisi militer Turki di kamp mereka di dekat perbatasan dalam protes atas kondisi kehidupan.

Pengungsi melemparkan batu pada polisi militer yang menembakkan gas air mata dan semburan air dalam kerusuhan di kamp Süleyman Sah, dekat kota Akçakale Turki, Rabu (26/3).

“Orang-orang yang terlibat dalam kekerasan kemarin, mereka terlihat oleh kamera keamanan di kamp,” seorang pejabat kamp sebelumnya mengatakan kepada Reuters melalui telepon. “Antara 600 dan 700 telah dideportasi . Pasukan keamanan masih melihat rekaman, dan jika mereka melihat yang lain mereka akan mendeportasi mereka.”

Seorang pejabat Turki kedua di wilayah tersebut mengatakan sekitar 400 telah dipulangkan.

Seorang pejabat pemerintah Turki di Ankara ibukota Suriah, membantah telah mendeportasi dan mengatakan hal ini bertentangan dengan aturan Turki yang telah ditetapkan untuk melindungi sementara warga Suriah yang melarikan diri dari konflik di negara mereka, Today’s Zaman melaporkan.

“Tidak ada yang telah dideportasi atau diusir kembali ke Suriah tanpa keinginan mereka sendiri”, kata pejabat pemerintah dan mengatakan sekitar 60 warga telah memutuskan mereka tidak ingin lagi tinggal di kamp dan telah memilih untuk menyeberang kembali ke Suriah.

“99,9 persen dari warga Suriah di sini tahu dan melihat warga Suriah lainnya sebagai provokator dan mereka inilah yang memilih untuk kembali,” kata pejabat itu. Dengan perang sipil Suriah yang sekarang  memasuki tahun ketiga, lebih dari satu juta warga Suriah telah melarikan diri dari negara mereka. Setidaknya empat juta lebih diyakini mengungsi di dalam wilayah Suriah, badan-badan bantuan melaporkan.

Kamp-kamp di Turki sebagian besar memiliki fasilitas seperti pemanas listrik untuk melindungi pengungsi dari suhu beku dan pengungsi menerima tiga kali makan sehari, kondisi yang lebih baik daripada di kamp-kamp di beberapa negara tetangga lainnya Suriah. Namun kepadatan penduduk masih menjadi perhatian, dengan pengungsi yang semakin bertambah, maka akan semakin terseret ke pertempuran. (T/P011/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply