AWAL TAHUN, ISRAEL TAWAN 105 WARGA AL-QUDS

Al-Quds (Yerusalem), 18 Jumadil Awwal 1434/30 Maret 2013 (MINA) – Klub Tahanan Palestina mengatakan, pasukan Israel telah menangkap 105 Warga asli Al-Quds sejak awal tahun 2013.

Laporan statistik itu termasuk berkas yang ditindaklanjuti melalui pengacara Klub Tahanan Palestina, Mofeed Al-Haj.

“Mereka yang ditawan di bawah gugatan yang tidak adil oleh penjajah Israel, mereka yang ditawan termasuk warga Palestina yang ikut dalam demonstrasi dalam solidaritas untuk para tahanan mogok makan, mengatur administrasi untuk mencegah pemukim ilegal Yahudi memasuki Masjid Al-Aqsa, di samping peristiwa terakhir yang terjadi di pos pemeriksaan Israel ‘Shifat’,” lapor Klub Tahanan Palestina seperti dikutip kantor berita berbasis di Gaza Al-Ray yang dipantau MINA, Sabtu (30/3).

Klub Tahanan menyatakan, Jaksa Agung Israel memaparkan banyak daftar tuduhan terhadap 85 dari 105 warga asli Al-Quds dengan mengklaim bahwa mereka melemparkan batu pada penjajah Israel, berpartisipasi dalam demonstrasi, milik partai tertentu, dan menyerang para pemukim ilegal Yahudi dan tentara penjajah Israel.

Menurut klub Tahanan, pejajah Israel menerapkan kebijakan tahanan rumah pada 34 tawanan setelah Israel memaparkan daftar tuduhan terhadap mereka. Israel memberi hukuman bagi mereka di luar penjara. Sementara itu, 15 tahanan yang dibebaskan tanpa syarat karena tidak ada bukti ditemukan sehingga mereka dijatuhi hukuman di luar penjara.

Hal itu menunjukkan, 20 warga Al-Quds dibebaskan tanpa kondisi yang dihadapkan, karena tidak ada sama sekali bukti yang ditemukan terhadap mereka. Sedangkan, 36 warga ditangkap hingga menyelesaikan tindakan pengadilan, 12 dari mereka dihukum bekerja untuk kepentingan publik dan sisanya telah dipenjara selama maksimal 42 bulan.

Pengacara Klub Tahanan Palestina, Mofeed Al-Haj mengatakan, dalam aksi penangkapan, penjajah Israel menargetkan semua orang dari masyarakat asli kota Al-Quds.

“Bahkan 20 bocah termasuk dalam aksi penangkapan Israel. Hal ini menegaskan bahwa penjajah Israel menargetkan semua orang dari masyarakat asli kota Al-Quds termasuk, wanita, anak-anak, orang tua dan pemuda untuk melakukan rencana kejinya dan kebijakan biadab terhadap rakyat Palestina,” terang Al-Haj.

Menurut Laporan Asosiasi HAM dan Dukungan Tahanan Palestina, Addameer, sekitar 4812 warga Palestina masih berada di penjara-penjara penjajah Israel, 179 diantaranya merupakan tawanan dari kota Al-Quds. (T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply