BACHTIAR NASIR: BERITA SURIAH HARUS DIBEKALI OPINI QUR’AN DAN SUNNAH

Jakarta, 12 Jumadil Awal 1434/24 Maret 2013 (MINA) – Ketua Spirit of Aqsa (SoA) dan pembina Young Islamic Leaders (YI-Lead) Bachtiar Nasir mengatakan media yang meliput informasi di Suriah harus dibekali opini berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, Ahad (24/3), Jakarta Pusat.

“Bagi tim media yang ingin meliput informasi lapangan Suriah, agar opininya tidak semata-mata politik atau militer, ekonomi dan sosial saja, harus dibekali opini berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah,” kata Bachtiar kepada Mi’raj News Agency (MINA) saat ditemui di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia.

“Jika (media) tidak membaca itu, akan kacau dan mengacaukan pembaca,” lanjut pimpinan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu.

Bachtiar mencontohkan berita tentang kematian Syaikh Al-Buthi. Menurutnya, berita kematian Al-Buthi adalah rekayasa media Bashar Al-Assad.

“Ini adalah peluru besar untuk memecah-belah kekuatan umat Islam. Hati-hati mengambil berita tentang Suriah, terutama tentang kematian Al-Buthi,” katanya.

“Yang membuat pusing adalah mereka yang berada di meja perundingan yang kemudian berkolaborasi dengan PBB dan mengakomodir kepentingan-kepentingan dunia. Tetapi yang harus kita pegang adalah info dari yang berjuang di lapangan,” tambah Bachtiar.

Pernyataan Bachtiar diamini oleh Imam Akbari, Wakil Presiden Senior Global Strategic Communication Dept.. Dokter yang aktif sebagai relawan medis Aksi Cepat Tanggap ini turut terjun membantu korban dan para pengungsi Suriah.

“Sulit mendapat berita valid dari media dunia. Bicara Suriah dan Rohingya, dukungan umat Islam masih sangat terbatas, karena pemberitaan media sangat terbatas,” kata Imam.

Karena alasan itulah, tim relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) yang sudah lima kali mengirim tim kemanusiaan ke Suriah, tidak hanya membawa dan memberikan bantuan. Mereka juga menemui ulama-ulama pejuang Suriah untuk mengkonfirmasi berita-berita yang berkembang.

“Pernah ada berita sebuah kampus dibom yang menewaskan belasan pelajar. Pihak oposisi dituduh pelaku. Namun kata seorang ulama Suriah kepada saya, itu berita bohong,” kata Bambang Sukirno dari HASI.

Menurut sumber HASI dari pejuang Islam Suriah yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa mujahidin tidak membunuh Al-Buthi.

“Justeru kami berdoa ‘semoga Allah mengembalikan Al-Buthi’,” kata sumber tersebut.

Sumber tersebut juga mengaku pernah membuat video rekayasa atas perintah rezim Assad. Sejumlah orang sengaja dilukai kemudian dipublikasikan dan mengatakan bahwa itu adalah korban kebrutalan demonstran oposisi. (L/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply