BANK DUNIA SUMBANG $ 60.5 JUTA KE PALESTINA

Washington, 2 Jumadil Awal 1434/14 Maret 2013 (MINA) – Bank Dunia resmi menyumbangkan dana  $ 60.5 juta ( sekitar Rp. 586 miliar) kepada pemerintah Palestina untuk mendukung pembangunan infrastruktur di negara tersebut.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah konferensi pers Bank Dunia pada Rabu (13/2) di Washington, Amerika Serikat. Dana tersebut disalurkan melalui Badan Kerjasama Perencanaan Pembangunan Palestina-Bank Bunia (MDTF-PRDP).

Dana tersebut direncanakan untuk membangun jaringan infrastruktur di Palestina yang sudah lama mengalami kerusakan. Pemerintah Palestina memang belum bisa maksimal menangani pembangunan itu karena terbatasnya anggaran dan kondisi ekonomi dan polotik yang belum stabil.

Selain untuk pembangunan infrastruktur, dana tersebut rencananya juga akan digunakan untuk kebutuhan pendidikan, penambahan peralatan medis, dan layanan sosial lainnya yang harus segera dipenuhi pemerintah Palestina.

Dikatakan dana disumbangkan oleh pemerintah Inggris dan Norwegia akan membantu mendukung kebutuhan anggaran mendesak dari PA, memberikan dukungan antara lain untuk pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial lainnya vital bagi rakyat Palestina dan untuk reformasi ekonomi sedang berlangsung .
 
Lembaga MDTF-PRDP ini didirikan pada tanggal 10 April 2008, melalui sebuah perjanjian yang ditandatangani antara Bank Dunia dengan pemerintah Palestina, dan dilanjutkan keseepakatan antara Bank Dunia dan IMF Spring pada tahun 2008.

Lembaga ini adalah salah satu komponen utama pemerintah Palestina dalam upaya melanjutkan pembangunan-pembangunan di negara tersebut. Beberapa negara dipastikan akan menjadi donor dalam lembaga MDTF-PRDP ini. Mereka antara lain adalah Australia, Perancis, Kuwait, Norwegia, Inggris, dan Jepang. Total dana yang akan disumbangkan PRDP-MDTF adalah $ 991.000.000. yang akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan perencanaan pembangunan pemerintah Palestina.

Sebelumnya Bank Dunia telah melakukan penelitiannya di Palestina mengenai kondisi sosial masyarakat disana. Direktur Bank Dunia Mariam Sherman mengatakan bahwa kondisi masyarakat Palestina saat ini sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan karena pembangunan tembok pemisah yeng dibangun oleh Israel.

Tembok tersebut memisahkan para petani dengan ladang-ladang mereka. Untuk dapat pergi ke ladang, mereka harus melewati pos-pos pemeriksaan terlebih dahulu. Akibatnya penanganan pertanian mereka tidak maksimal dan menjadikan turunnya produksi pertanian mereka.

Saat ini ekspor Palestina hanya 7 %, yang menjadikan Palestina menjadi negara di dunia dengan jumlah ekspor terendah. Kebanyakan produksi pertanian mereka disetorkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Israel. (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply