BOM MOBIL GUNCANG IBU KOTA SOMALIA

Mogadishu, 7 Jumadil Awal 1434/19 Maret 2013 (MINA) – Sedikitnya delapan orang tewas akibat ledakan bom mobil yang mengguncang di ibu kota Somalia, Mogadishu pada Senin (18/3).

Pihak kepolisian setempat mengatakan, serangan tersebut merupakan salah satu serangan paling berdarah di ibu kota yang tengah dilanda perang dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami telah menghitung setidaknya delapan orang tewas sejauh ini. Itu adalah serangan bom mobil di dekat Teater Nasional,” kata Pejabat Kepolisian, Mohamed Duale.

Setelah ledakan tersebut terjadi, tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu. Namun pihak Al-Shabab disinyalir telah meluncurkan serangan serupa beberapa waktu lalu.

Sumber-sumber setempat mengatakan, target serangan tersebut adalah kepala intelijen setempat yang mengendalikan Mogadishu.

Seorang saksi mata, Hassan Salad mengatakan, korban tewas kebanyakan sedang berada di sebuah minibus lain yang terkena imbas ledakan tersebut.

“Ini adalah sebuah bencana, ada asap dan mayat bergelimpangan di sekitarnya,” tambah Salad.

Pada Ahad (17/3), Pasukan Al-Shabaab Somalia merebut kembali kota Hudur tanpa perlawanan setelah pasukan Ethiopia meninggalkan kota tersebut Sabtu malam (16/3).

Jatuhnya Hudur menandai perubahan yang tajam bagi Al-Shabaab  yang telah kehilangan sejumlah kota dalam beberapa bulan terakhir oleh  pasukan Uni Afrika berkekuatan 17.000 tentara  yang bergabung bersama pasukan pemerintah Somalia.

“Hudur kini di bawah kendali Al-Shabaab lagi setelah tentara Ethiopia pindah tadi malam,” ungkap warga setempat, Hussein Madker.

Namun belum jelas apakah pasukan Ethiopia ditarik keluar karena tekanan Al-Shabaab, dan akan berapa lama Al-Shabaab bisa menguasai  kota tersebut.

Mogadishu telah diguncang beberapa serangan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk bom mobil kali ini. Serangan bunuh diri terakhir di Mogadishu pada bulan September tahun lalu yang menewaskan 18 orang di sebuah restoran. (T/P01/R1/E1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply