BPBD BOGOR BUKA LATIHAN AL-FATAH RESCUE

Bogor, 7 Jumadil Awal 1434/19 Maret 2013 (MINA) Kepala Logistik dan Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo membuka acara latihan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di Situ Cikaret, Cibinong, Kab Bogor, Selasa siang (19/3).

Dalam sambutannya, Budi Aksomo menyampaikan terima kasih kepada UAR atas kerja samanya bisa berlatih di tempatnya, “Terima kasih atas kerja samanya kepada Ukhuwah Al-Fatah Rescue bisa berlatih bersama. Ini merupakan terobosan bagus, sharing ilmu Search and Rescue (SAR). Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sampai di sini, tapi dapat berkelanjutan.” Kata Budi kepada Mi’raj News Agency (MINA), siang tadi.

“Kami ingin hubungan kita ini bukan hubungan kerja tetapi hubungan kemanusiaan, karena tugas kita hampir 100 persen di bidang kemanusiaan apalagi namanya rescue.” Kata Budi.

“Untuk menolong sesama dibutuhkan kesehatan, namun kesehatan saja belum mendukung tanpa keikhlasan hati. Ketika badan sehat tetapi nurani tidak menggerakkan, ketika malam hari ada bencana, tentu tidak akan berjalan. Ini kemanusiaan, kita tidak pernah bicara mau dibayar berapa atau di lapangan dapat apa. Dengan membantu orang lain nilainya akan lebih, ada nilai kepuasan sendiri.” Kata Budi.

Budi juga menambahkan, “Pesan kami semoga kita semua diberi kesehatan, ketika Kabupaten Bogor dan BPBD membutuhkan rekan-rekan UAR, kami harap rekan-rekan dapat bergabung bersama-sama di Bogor, tidak hanya di Kabupaten Bogor saja tetapi juga bergerak keluar. Ini merupakan potensi yang ada di Kabupaten Bogor.” Kata Budi.

Budi mempersilakan UAR untuk memakai peralatan BPBD untuk latihan di Situ Cikaret, Cibinong, “Silakan peralatan kami dipakai untuk latihan oleh UAR, untuk tahap selanjutnya kirimkan rekan UAR untuk kami latih scuba diving (selam scuba)” kata Budi.

Selam Scuba

Selam Scuba adalah penggunaan alat pernapasan bebas untuk berada bawah air dalam waktu lama untuk penyelaman rekreasi dan penyelaman profesional. Biasanya penyelam berenang di bawah air, namun berjalan dan penggunaan kendaraan propulsi penyelam juga dimungkinkan. Kata SCUBA merupakan sebuah akronim untuk “Self Contained Underwater Breathing Apparatus”, tetapi telah diterima sebagai kata yang menunjuk ke peralatan scuba.

Dua jenis peralatan scuba adalah “sirkuit-terbuka” Aqua-lung, dikembangkan oleh Jacques Cousteau dan “sirkuit-tertutup” Rebreather.

Jarak Pandang Selam Scuba

Didalam dunia selam scuba (scuba diving) jarak pandang adalah satuan kejernihan air untuk kegiatan menyelam. Biasanya dinyatakan dalam satuan jarak seperti meter dan feet. Semakin jauh jarak pandang kita sewaktu menyelam, air semakin jernih semakin mudah untuk melihat objek selam, sebaliknya semakin pendek jarak pandang, maka kita akan mengalami kesulitan dalam melakukan penyelaman. Kategori jarak panjang pada saat menyelam adalah :

– Baik adalah di atas 20 meter, biasanya terdapat di pulau yang jauh dari muara sungai yang besar seperti di Bunaken Propinsi Sulawesi Utara.

– Sedang antara 8 sampai 20 meter, biasanya terletak di pulau-pulau yang agak jauh dari muara sungai seperti di Kepulauan Seribu.

– Buruk kurang dari 8 meter, biasanya terdapat pada pantai-pantai yang dekat dengan muara sungai besar, seperti dipantai utara Jawa.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ukhuwah Al-Fatah Rescue, Muqarrobin Al Ayubi menjelaskan materi latihan yang dijalani UAR, “Latihan UAR kali ini merupakan latihan yang dilakukan di Situ Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor dekat Kantor BPBD Kabupaten Bogor. Latihan ini mencakup segala teknik Water Rescue (Penyelamatan Air) seperti berenang, mendayung, pertolongan pertama pada korban tenggelam (Resutasi Jantung dan Paru / RJP) yang merupakan cabang dari (Medical First Responder), dan beberapa teknik individual dan tandem lainnya. Kerja sama tim dibutuhkan dalam latihan ini.” Kata Ayub.

Ayub juga menambahkan, “Peserta yang mengikuti acara ini berjumlah 34 peserta, terdiri dari 12 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah yang berasal dari Medan, Jambi, Palembang, Lampung, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, juga 14 peserta dari Pemuda Bogor serta para pelatih dan panitia yang berjumlah 8 orang dari unsur UAR dan BPBD.”

“Untuk pelatihan selanjutnya dengan BPDB Kabupaten Bogor akan diajarkan teknik Under Water Rescue (Teknik Penyelamatan Bawah Air) seperti menyelam yang merupakan salah satu keahlian khusus yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Bogor.” Kata Ayub.

Sejarah Singkat Ukhuwah Al-Fatah Rescue

Ukhuwah Al-Fatah Rescue adalah sebuah organisasi swadaya masyarakat yang berpusat di Cileungsi, Bogor. Didirikan pada tahun 2004 ketika terjadi bencana Tsunami di Provinsi Aceh, oleh Imaamul Muslimin, H. Muhyiddin Hamidy dengan Ketua H. Bustamin Utje.

Visi UAR adalah menjadi Rescuer terbaik yang mampu bersinergi dengan lingkungan masyarakat untuk menyelamatkan sesama dalam menghadapi ujian berbagai bencana. Misi  UAR adalah menjadi Rescuer yang handal (profesional), terpimpin (komando), medan bencana adalah ladang amal sholeh (uhkuwah), kesiapan pada sebelum, ketika dan sesudah bencana (Disaster).

Untuk meningkatkan kualitas kemampuan para rescuernya, UAR bekerja sama dengan Badan Sar Nasional (BASARNAS), Departemen Sosial (DEPSOS), Jakarta Rescue, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan organisasi lain yang sejalan dengan visi dan misi UAR.

UAR memiliki 9 Koordinator Wilayah (Korwil) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dengan kekuatan 1000 rescuer yang siap diterjunkan apabila terjadi bencana. Untuk di Daerah Bogor, UAR memiliki 5 cabang: Cileungsi, Citeureup, Cilebut, Ciampea, dan Batu Tulis.

Pada Juli 2011 UAR mengikuti Regional Meeting Tim Rescue seluruh dunia di bawah naungan UN PBB yang bernama INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group / Kelompok Penasihat Pencarian dan Pertolongan Internasional), sebuah organisasi yang mengurusi masalah SAR, dan juga pelatihan SSMKD (Standar Sistem Manajemen Kejadian Darurat) oleh ICITAP (International Criminal Investigative Training Assistance Program/Program Bantuan Pelatihan Penyelidikan Kejahatan Internasional) untuk Staf Khusus Presiden Bidang Kebencanaan dan Bantuan Dana Sosial.

Legalitas UAR:

  1. Akta Notaris Nomor: 01, Tanggal 02 Mei 2011
  2. Keputusan MENHUM dan HAM RI, Nomor: AHU-5298.AH.01.04. Tahun 2011
  3. Surat Ket No: PEM-00450/WPJ.22/KP.0503/2011
  4. NPWP: 31.340.439.436.000
  5. Surat Ke Domisili No.503/09-Perekonomian

Tingkat Pelatihan UAR meliputi:

  1. Tingkat Rescuer Dasar dengan 360 jam
  2. Tingkat Rescuer Terampil dengan 1440 jam
  3. Tingkat Rescuer Mahir dengan 1440 jam

Operasi Kemanusiaan UAR:

  1. Tsunami di Aceh, Desember 2004, 130 Rescuer
  2. Gempa Bumi di Yogyakarta, 2006, 40 Rescuer
  3. Banjir/ Tanggul Jebol Situ Gintung, 2007, 35 Rescuer
  4. Gempa Bumi Pangalengan, 2008, 40 Rescuer
  5. Gempa Bumi Pangandaran, 2009, 40 Rescuer
  6. Gempa Bumi Padang, Oktober-November 2009, 163 Rescuer
  7. Tanah Longsor Cianjur, Jawa Barat, 2009, 40 Rescuer
  8. Gempa Bumi Cipatujah, 2009, 50 Rescuer
  9. Gempa Bumi Pangalengan, Oktober-November, 40 Rescuer
  10. Gunung Merapi, Jawa Tengah, November 2010, 182 Rescuer

Diklat (Pendidikan Kilat) Rescuer UAR:

  1. Customer: Bank Indonesia pada Desember 2010 berjumlah 350 orang. Jenis Diklat: Dasar Rescue, Floor Capten, USAR. Pelatih: UAR beraliansi dengan Jakarta Rescue.
  2. Customer: Pemuda Baros, Sukabumi pada April 2011 berjumlah 30 orang. Jenis Diklat: Water Rescue. Pelatih: UAR.
  3. Customer: Kementrian Pendidikan Nasional pada Juli 2011 berjumlah 150 orang. Jenis Diklat: Tanggap Darurat Bencana. Pelatih: UAR beraliansi dengan Jakarta Rescue.
  4. Customer: Pemuda Jabodetabek pada Maret 2011 berjumlah 50 orang. Jenis Diklat: Dasar Rescue. Pelatih: UAR.
  5. Customer: Polisi Sabhara pada Juli 2011 berjumlah 35 Orang. Jenis Diklat: Water Rescue. UAR beraliansi dengan Jakarta Rescue.
  6. Customer: Pemuda Kalimantan Barat pada Juni 2011 berjumlah 50 orang. Jenis Diklat: Dasar Rescue. Pelatih: UAR.
  7. Customer: Pemuda Wonogiri Jateng pada September 2011 berjumlah 50 orang. Jenis Diklat: Dasar Rescue. Pelatih: UAR.
  8. Customer: Pemuda Lampung pada November 2011 berjumlah 45 orang. Jenis Diklat: Dasar Rescue. Pelatih: UAR.

Jenis Penghargaan Yang Diterima UAR:

  1. Pemerintah Daerah Sumatra Barat
  2. Bupati Pariaman, Sumatera Barat
  3. Pemerintah Daerah Istimewa Yogjakarta
  4. Panglima Kodam V Jayakarta
  5. Direktur SABHARA Polda Metro Jaya

(L/P06/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply